Dok. Fun Cican
Dok. Fun Cican

Di tengah tingginya atensi anak-anak menggemari animasi kartun luar negeri seperti di film Minion atau karakter putri di film Frozen. Wahyu Aditya yakin merilis karakter imajinatif versinya sendiri untuk segmen anak TK dan SD.

Karakter ciptaan Wahyu, pendiri Hello Motion Academy, ini diberi nama Cican. Karakter ini berbentuk kelinci putih berambut poni seperti mangkuk. Wahyu mengaku menciptakan karakter imajinatif ini karena terinspirasi dari anaknya sendiri. “Dia butuh medium untuk memahami sesuatu, sedangkan saya sebagai orangtua butuh figur untuk membantu saya menjelaskan sesuatu kepadanya. Melalui Cican, saya bisa menyampaikan pesan lewat dongeng. Ketika saya sebarkan di media sosial, responnya bagus. Bulan Agustus ini, rencananya akan rilis buku dongeng, setelah itu turunannya nanti akan ada animasi video klip, komik dan buku mewarnai,” kata Wahyu.

Apakah Cican ini merupakan salah satu harapan Wahyu Aditya untuk ke depannya bisa menjadi sebuah ikon seperti halnya Unyil? Ia pun tidak menampik tujuan besar itu. Walau baginya, peran Cican ialah lebih sebagai tokoh perekat antara orangtua dengan anaknya. “Ini jadi media saya untuk bermain dan berinteraksi dengan anak saya. ketika saya sebarkan melalui media sosial Twitter dan Instagram, banyak anak-anak yang suka.” Di buku dongengnya nanti, Cican akan diceritakan tentang dunianya. Namun, ada pesan-pesan di dalamnya, seperti tidak takut bertanya, atau berani berimajinasi, dan pesan positif lainnya untuk menemani tumbuh kembang anak-anak.

“Karena saya berhadapan dengan generasi anak-anak zaman sekarang, interaksi Cican tidak satu arah. Kami libatkan anak-anak untuk menuangkan ekpresi mereka terhadap Cican. Banyak sekali gambar-gambar tentang Cican yang dibuat sendiri oleh anak-anak itu. Cican ini seolah hidup dan menjadi teman mereka,” ujar Wahyu.

Dok. Fun Cican
Dok. Fun Cican

Media sosial menjadi media interaksi yang sangat efektif. Di akun Instagram-nya @funcican, kelinci imut ini sudah mendapatkan hampir 2000 pengikut, sedangkan di Twitter, pengikutnya hampir 3000 orang. Belum lagi di fan page Facebook-nya, sudah lebih dari 8.500 orang yang meng-klik like.

“Media sosial sangat jujur, anak-anak tidak takut memberikan masukan dan komentar. Saya jadi mempelajari seperti apa permintaan konsumen melalui percakapan-percakapan alamiah anak-anak itu dengan Cican. Interaksi yang dibuat menjadikan mereka merasa terikat secara personal,” ujar Wahyu lagi. Kamu penasaran dengan karakter menggemaskan ini? Coba cek media sosial Cican. Siapa tahu adik-adik kamu di rumah jadi fans barunya kelinci berambut mangkok ini. (AR)