Founder CRP Group, Stefanie Kurniadi, berbagi kisah pengalaman kewirausahaannya, mulai dari menjalankan bisnis dari hobi, kunci mengemas bisnis kuliner sampai ‘booming’ di kalangan milenial, siasat bersaing hingga rencana go global.

Untuk kamu yang gemar kongko sambil makan atau sekadar ngemil dengan nyaman, mungkin sudah familiar dengan Warunk Upnormal, salah satu tempat nongkrong alternatif kaum muda yang bisa dibilang sedang nge-hits saat ini.

Berkat kombinasi konsep menu ala warung, namun dibuat ‘naik pangkat’ dan disajikan ala kafe, Warunk Upnormal (dan pengembangan barunya, Upnormal Coffee Roasters) pun sukses hangat diperbincangkan, bukan hanya oleh penggemar kuliner, tapi juga kalangan praktisi pemasaran.

Adalah Stefanie Kurniadi, salah satu sosok di balik mencuatnya Upnormal. Lulusan kampus Universitas Parahyangan yang sebelumnya berkecimpung di dunia konsultan bisnis sejak kuliah tahun 2005 ini, bukan tanpa alasan memilih banting setir terjun ke bisnis kuliner. Selain karena kecintaan Stefanie terhadap dunia kuliner dan telah lama berkiprah lewat blog kulinernya: Ceritaperut.com, perempuan kelahiran 11 Juni 1985 ini juga berpikir bahwa dunia kuliner tak akan ada matinya, karena orang selalu butuh dan suka makan.

“Pas bisnis di bidang jasa, kalau punya klien lebih banyak, malah makin sibuk. Ingin punya bisnis yang scaleable, yang setelah dibikin sistem dan organisasi, bisa berjalan autopilot. Akhirnya terpikir bisnis kuliner tepat, karena orang Indonesia banyak, dan orang-orang pun juga pasti cari makan terus setiap hari,” ujar Stefanie, mengenang kala pertama kali nyemplung ke bisnis kuliner tahun 2013, dengan meluncurkan brand pertama, yaitu Nasi Goreng Mafia, sampai akhirnya kemudian disusul unit-unit bisnis lain, yaitu Upnormal, Bakso Boedjangan, Sambal Karmila, dan Fish Wow Cheeseee, yang semuanya berada di bawah PT Citarasaprima Indonesia (atau Cita Rasa Prima Group – CRP Group), di mana Stefanie menjadi Founder-nya, bersama beberapa mitranya.

Dari sekadar jualan ‘street food’ atau menu warung, seperti Indomie, roti bakar, bakso, atau nasi goreng, namun berkat ketekunan, inovasi dan improvisasi mengemasnya secara kekinian, sekarang unit-unit bisnis CRP Group pun terus menggurita ke mana-mana, salah satunya dengan sistem waralaba.

Beberapa waktu lalu, Hitsss berbincang dengan Stefanie, yang berbagi cerita mengenai pengalaman kewirausahaannya. Mulai dari menjalankan bisnis dari hobi, kunci mengemas bisnis kuliner sampai ‘booming’ di kalangan milenial, siasat bersaing, hingga apakah ada rencana go global? Yuk, tonton video interview di bawah ini untuk cari tahu rahasia sukses Stefanie bersama rekannya membangun bisnis! (DI)