Pasar ponsel bangkit, Sharp Indonesia incar segmen “entry level”



Segmen ini (entry level) besar sekali, bisa mencapai empat juta unit per bulan, karena itu kami masuk ke segmen tersebut

Jakarta (ANTARA) – PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) mengincar pasar smartphone atau ponsel pintar segmen bawah atau entry level hingga menengah (mid range), seiring bangkitnya pasar ponsel di Indonesia.

“Kami optimistis pada pasar ponsel yang besar di Indonesia,” kata Presdir SEID Shinji Teraoka pada peluncuran ponsel Sharp Aquos V6 Series secara daring di Jakarta, Selasa.

Sejak 2020, Sharp Indonesia serius menggarap pasar ponsel yang diawali dengan smartphone kelas atas dan menengah.

Kini, Sharp menjajal peruntungan di kelas menengah bawah dengan harga di bawah Rp3 juta/unit.

Ia menargetkan penjualan ponsel Sharp di Indonesia mampu memberi kontribusi sekitar 10 persen dari total penjualan SEID yang mencapai Rp11 triliun.

Senior GM Penjualan Dalam Negeri SEID Andri Adi Utomo mengatakan pasar ponsel di Indonesia pada 2021 mulai pulih dari keterpurukan pada 2020 akibat pandemi.

Pada 2021, penjualan ponsel di Tanah Air, kata dia, telah bangkit mencapai sekitar empat juta unit/bulan dan dari jumlah tersebut 50 persennya merupakan pasar segmen entry level.

“Jadi, segmen ini (entry level) besar sekali, bisa mencapai empat juta unit per bulan, karena itu kami masuk ke segmen tersebut,” katanya.

Berbekal kekuatan local fit yang dikembangkan Sharp Indonesia khusus pada barang elektronik rumah tangga, pihaknya mengadopsi local fit pada ponsel yang diproduksi secara eksklusif di Indonesia dengan standar kualitas Jepang.

Selain itu, dengan kekuatan merek Jepang, jaringan 24 kantor cabang, dan lebih dari 400 titik servis di Indonesia, serta berbagai promosi, pihaknya optimis ponsel pintar Sharp Aquos V6 Serirs bakal mampu menarik konsumen, dengan target penjualan 100.000 unit/bulan.

Kepala Strategi Pemasaran Produk AUVI SEID Ardi menjelaskan sejumlah andalan ponsel Sharp Aquos V6 Series yang dibandrol dengan harga Rp1,949 juta (V6) dan Rp2,499 juta/unit (V6 Plus) itu adalah keandalan baterai hingga 5.000 mAh, OS Android 12, dan fitur unggulan NFC (Near Field Communication) yang umumnya hanya ada di ponsel kelas atas (high end).

Fitur NFC ini memungkinkan seseorang bertransaksi nirkontak seperti untuk top up maupun cek saldo uang elektronik, yang sangat bermanfaat bagi pengguna jasa transportasi umum seperti busway dan KRL.

Pada ponsel anyarnya itu Sharp Indonesia juga membenamkan kamera utama beresolusi 13 Mp (V6) dan 50 Mp (V6 Plus), yang ditemani macro camera dan depth camera 2 Mp dengan F2,4. Pada kamera bagian depan V6 disematkan 5 Mp sedangkan V6 plus 8 Mp.

Sharp Indonesia menggandeng JD.id untuk preorder sekaligus penawaran khusus pada 15-22 Pebruari 2022 berupa gratis Sharp Earbuds, potongan harga, hingga cicilan nol persen.

“Kami membidik segmen para pelajar, mahasiswa, pekerja, dan keluarga muda, pada smartphone Aquos V6 Series ini,” ujar Ardy.

Baca juga: Sharp Indonesia gelar program didik siswa SMK jadi teknisi andal

Baca juga: Sharp Indonesia hentikan produksi TV analog tahun ini

Baca juga: Sharp Indonesia incar penjualan AC dan penjernih udara Rp2,5 triliun

Pewarta: Risbiani Fardaniah
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Leave a Reply

Your email address will not be published.