KKP Ketapang berlakukan penggunaan eHAC di bandara mulai hari ini



… Beberapa hari ke depan KKP dan otoritas bandara di Ketapang akan fokus mensosialisasikan aturan ini kepada penumpang

Pontianak (ANTARA) – Pj Validasi KKP Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Pontianak Wilayah Kerja Ketapang, Eko Hadma Dewanta mengatakan penumpang pesawat dan kapal di Ketapang wajib melakukan pengisian aplikasi electronic Health Alert Card (eHAC) sebelum keberangkatan terhitung mulai Kamis (3/3).

“Jadi kita imbau agar calon penumpang menginstal aplikasi eHAC dan mengisinya sebelum keberangkatan. Beberapa hari ke depan KKP dan otoritas bandara di Ketapang akan fokus mensosialisasikan aturan ini kepada penumpang,” kata Eko di Pontianak, Kamis.

Ia mengungkapkan pemberlakuan aturan ini tidak begitu mempersulit keberangkatan penumpang. Lantaran tampilan eHAC sekarang sudah lebih sederhana dan mudah. Tujuannya agar bisa mengurai antrean saat validasi di loket KKP.

“Jadi penumpang yang sudah memiliki handpone android dan IOS bisa validasi mandiri. Kemudian cukup menunjukkan hasil status dari layak terbang langsung kepada petugas avsec di bandara atau pelabuhan, sehingga tidak perlu lagi mengantre validasi di loket KKP,” katanya.

Eko menambahkan bagi penumpang yang tidak mempunyai handpone android. Maka petugas KKP akan membantu memvalidasi dokumen penumpang tersebut dalam bentuk manual.

“Jadi walau pun tidak ada handphone android atau IOS dan jika penumpang tidak bisa mengoperasikan smart phone, maka petugas KKP akan membantu proses validasi penumpang pesawat atau kapal yang akan melakukan perjalanan,” katanya.

Diungkapkannya, di Ketapang sebelumnya sekitar 10 sampai 20 persen penumpang setiap keberangkatan tidak memiliki handphone Android atau sulit mengoperasikan smart phone. Tapi untuk penumpang yang sudah sering melakukan penerbangan, terutama melalui Bandara Ketapang, mayoritas sudah mahir menggunakan smart phone.

“Terkait validasi manual penumpang, cukup membawa print out atau soft file hasil PCR atau Rapid Antigen. Bahkan cukup menunjukkan KTP (kartu tanda penduduk), kami sudah bisa membantu untuk proses validasi manual,” kata Eko.

Sehingga, lanjutnya, penumpang datang ke loket validasi KKP dan akan di cap basah atau validasi pada dokumen kesehatan penumpang.

“Untuk validasi manual cukup menyerahkan dokumen kesehatan dan akan kami cek di sistem validasi,” katanya.

Baca juga: Teknologi bantu efisiensi skrining kesehatan

Baca juga: BSSN tegaskan data eHAC tersimpan baik, tak ada kebocoran

 

Pewarta: Rendra Oxtora dan Subandi
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Leave a Reply

Your email address will not be published.