Gag Nikel implementasikan delapan program pemberdayaan masyarakat



Ini komitmen kami untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan dengan tetap meningkatkan taraf hidup masyarakat Kampung Gag, Raja Ampat

Jakarta (ANTARA) – Anak usaha PT Aneka Tambang (ANTAM), PT Gag Nikel mengimplementasikan delapan program pemberdayaan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Papua Barat.

Corsec Legal & External Manager Mustajir mengatakan delapan program pengembangan masyarakat yang telah dilaksanakan adalah pendidikan, kesehatan, pendapatan riil atau pekerjaan, ekonomi, sosial, lingkungan, kelembagaan, dan infrastruktur.

“Dalam HUT ke-24 Gag Nikel, kami melakukan pengobatan massal dan vaksinasi bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Raja Ampat di Kampung Gag Distrik Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Senin.

Mustajir menyampaikan bahwa program itu melibatkan tenaga kesehatan Puskesmas Pembantu (Pustu) Kampung Gag berkolaborasi dengan paramedik perusahaan.

Kegiatan pengobatan massal itu bersumber dari anggaran program pemberdayaan masyarakat Gag Nikel pada 2022.

Selain pengobatan massal, program pemberdayaan masyarakat Gag Nikel juga berupa pembangunan puskesmas pembantu, santunan yatim, termasuk berkontribusi dalam upaya penanggulangan COVID-19 di Raja Ampat.

Gag Nikel berinisiatif menyalurkan polymerase chain reaction (PCR) dan respiratory virus transport medium kepada Pemerintah Kabupaten Raja Ampat.

Keberadaan PCR akan mempercepat proses analisa sampel yang kini bisa dilakukan di RSUD Waisai, Raja Ampat, setelah sebelumnya harus dikirim ke luar Raja Ampat dan membutuhkan waktu yang cukup lama.

Mustajir menegaskan bahwa Gag Nikel berkomitmen penuh dalam upaya peningkatan taraf hidup masyarakat di Kampung Gag Raja Ampat dengan tetap menjadikan kelestarian lingkungan sebagai prioritas.

“Ini komitmen kami untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan dengan tetap meningkatkan taraf hidup masyarakat Kampung Gag, Raja Ampat,” ujarnya.

Anggota Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) sekaligus utusan masyarakat adat Raja Ampat, Yulinus Thebu mengatakan selama kurang lebih dua tahun masyarakat Raja Ampat mengalami krisis ekonomi akibat pandemi COVID-19.

Namun, hal itu tidak berdampak luas pada warga yang mendiami Kepulauan Gag. Meski sejumlah tempat wisata maupun penginapan lesu bahkan tutup akibat kurangnya wisatawan lokal maupun mancanegara berkunjung ke Raja Ampat akibat pandemi, kehadiran tambang nikel justru membantu ekonomi masyarakat untuk tetap tumbuh.

Yulinus mengurai hadirnya tambang nikel di Raja Ampat di mana hampir keseluruhan pekerjanya berasal dari masyarakat yang berada di Kepulauan Gag dan sekitarnya.

Tambang tersebut juga cukup membantu warga dalam segi pendidikan dengan mendirikan sejumlah sekolah serta memberikan bantuan beasiswa kepada siswa berprestasi maupun siswa kurang mampu melalui tanggung jawab sosial perusahaan Gag Nikel selaku pengelola tambang.

Pembagian royalti baik ke Pemerintah Daerah Raja Ampat maupun ke masyarakat khususnya masyarakat adat Suku Kawe, Suku Maya, Suku Kawe di Kampung Selpele dan Suku Salio bisa terakomodir.

“DPRD Raja Ampat telah menetapkan Peraturan Daerah untuk mengatur itu sehingga ke depan bermanfaat bagi masyarakat adat,” ucap Yulinus.

Baca juga: Penjualan ANTAM hingga triwulan III-2021 naik 47 persen

Baca juga: Cadangan nikel Antam untuk industri baterai hingga 30 tahun

Baca juga: Ekspor nikel dilarang, Antam fokus hilirisasi pada 2020

Pewarta: Sugiharto Purnama
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Leave a Reply

Your email address will not be published.