Delapan tahun sudah komunitas #StartupLokal hadir di Indonesia sebagai komunitas yang menghubungkan pendiri startup, penggemar dunia digital dan teknologi, investor dan media untuk menciptakan kolaborasi.

Dimulai sejak tahun 2010, Startup Lokal terus tumbuh dan melakukan pertemuan rutin setiap bulannnya dengan menghadirkan founder/co-founder atau C-level management dari startup lokal atau internasional untuk membagikan wawasan dan pengalaman mereka untuk menginspirasi para peserta.

Dalam merayakan ulang tahun ke 8 komunitas #StartupLokal mengundang 8 pembicara yang merupakan CEO dari perusahaan ternama untuk berbagi pelajaran terbaik mereka dan hal-hal paling berharga yang garus dimiliki dalam bisnis dan operasional startup, mulai dari hal teknis, hubungan masyarakat, sumber daya manusia, pemasaran, hingga finansial dan investasi sesuai keahlian mereka di Telkom Landmark Tower, Jakarta.

Delapan pembicara tersebut adalah Norman Sasono (Co-Founder & CTO Bizzy Indonesia), Ken Ratri Iswari (Founder & CEO GeekHunter), M. Fajrin Rasyid (Co-Founder & President Bukalapak), Nanda Ivens (CEO Qandeo Asia Consulting), Denny Santoso (Founder Digitalmarketer.id & Serial Entrepreneur), Rieke Caroline (Founder & CEO KontrakHukum), William Gozali (Head of Investments MDI Ventures), dan Rama Mamuaya (Founder & CEO DailySocial.id).

Acara ini dibuka oleh sambutan dari Ery Punta H. (Managing Director Indigo Creative Nation) dan Nuniek Tirta selaku salah satu inisiator dari #StartupLokal. Selanjutnya ke 8 pembicara masing-masing memaparkan wawasan dan pengalaman bisnisnya dipandu oleh Natali Ardianto, mantan CTO Tiket.com yang juga salah satu inisiator #StartupLokal.

Ken Ratri Iswari, CEO GeekHunter sebuah konsultan perekrutan kerja di bidang IT berbagi tentang pola kerja karyawan generasi milenial yang senang berpindah-pindah tempat kerja. “Sekarang bisa dapat programmer yang mau kerja selama satu tahun aja udah bagus. Karena mereka biasanya akan pindah-pindah lagi. Beda dengan karyawan zaman dulu, yang setia sama perusahaannya. Karena mungkin dulu pilihan dan kesempatan kerja itu nggak sebanyak sekarang. Informasi lowongannya juga terbatas.”

Lebih lanjut Ken menjelaskan bahwa channel untuk mencari kerja sekarang semakin banyak. Itu juga yang menyebabkan karyawan rentan berpindah-pindah. Ditambah lagi dengan adanya Headhunter. “Generasi sekarang udah nggak lagi nyari jabatan, atau title. Tapi lebih mencari pride dan budaya perusahaan yang mereka lamar. Mereka mempertimbangkan impact yang bisa mereka berikan, timnya nanti seperti apa, keberlanjutan perusahaannya seperti apa. Mereka udah nggak lagi mikir soal gaji,” ujar Ken.

Sementara itu, Fajrin Rasyid, President Bukalapak menjelaskan tentang pentingnya pengaturan cash flow sebuah startup. “Jangan sampai startup itu melakukan salah proyeksi dan keliru membuat budgeting. Kalau misalnya pengeluaran sebulannya 50 juta, sementara dana yang ada cuma ada 300 juta, ya jangan berharap bisa tahan untuk 6 bulan ke depan. Harus tahu untung-rugi tiap bulannya berapa. Buat budget yang benar mulai dari 3 bulan, 1 tahun bahkan mungkin untuk 2 tahun ke depan. Apakah butuh pendanaan dari luar lagi atau nggak. Hal-hal seperti itu harus sangat dipikirkan,” jelas Fajrin.

Walaupun sudah menggunakan sistem automatisasi tapi untuk mengatur persoalan keuangan saja, Bukalapak punya tim sekitar 50 orang di bidang finansial. “Karena kita butuh tim bukan hanya untuk di bagian akuntansi saja, tapi juga tim rekonsiliasi transaksi, karena ada ratusan ribu transaksi setiap harinya di Bukalapak. Bukan hanya transaksi masuk yang harus diurus, tapi juga transaksi ke luar. Yakni pembayaran dari rekening Bukalapak ke rekening merchant kami. Memang sudah automatisasi, tapi tetap saja tim dibutuhkan karena mesin bisa saja salah.”

Acara dilanjutkan dengan pemaparan Denny Santoso, Founder Digitalmarketer.id tentang pentingnya membuka pasar seluas-luasnya. Kemudian William Gozali, Head of Investments MDI Ventures memaparkan tentang berinvestasi di startup dengan minimal risiko. Nanda Ivens, CEO Qandeo Asia Consulting bicara tentang pentingnya mengontrol perkataan sebagai seorang pemimpin dan Rama Mamuaya CEO DailySocial.id bicara tentang intergritas sebagai kunci keberhasilan sebuah media. (AR)