Travelstop, startup yang fokus pada perjalanan bisnis mendapatkan pendanaan awal sebesar US$ 1,2 juta atau sekitar Rp 17 miliar.

Travelstop, yang didukung dengan tekonologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence) akan mempermudah perjalanan bisnis penggunanya di Singapura dan kawasan sekitar Asia Tenggara. Prashant Kirtane, Vijay Anggarwal dan Altaf Dhamani merupakan tokoh di balik terciptanya Travelstop.

Bulan Agustus 2018, platform startup yang berbasis di Singapura ini mendapat pendanaan awal dari SeedPlus sebesar US$ 1,2 juta (sekitar Rp 17 miliar). Travelstop menyediakan fasilitas yang mudah digunakan untuk memesan perjalanan bisnis sekaligus penyediaan laporan pengeluaran secara otomatis dan penyediaan insight bagi orang yang akan pergi melakukan perjalanan jauh untuk urusan bisnis.

Partner di SeedPlus, Michael Smith Jr. mengungkapkan bahwa Travelstop dibangun oleh para tim yang sudah malang melintang dalam memecahkan masalah konsumen yang kompleks. Ia berharap dengan adanya Travelstop, perusahaan di seluruh Asia dapat dengan mudah mengelola kebutuhan perjalanan mereka dan sekaligus menawarkan para karyawan pengalaman perjalanan yang menyenangkan.

Kawasan Asia Pasifik merupakan pasar perjalanan bisnis terbesar di dunia. Sebanyak 40% perjalanan terdiri dari bisnis global dan diprediksi akan berkembang hingga 10,4% selama periode antara 2015 – 2023. Sementara itu, perjalanan bisnis di Eropa dan Amerika diprediksi hanya akan berkembang sebesar 3,8% dan 4,1%.

Perjalanan bisnis yang saat ini semakin didominasi oleh generasi milenial kemudian menjadi inspirasi bagi Travelstop untuk menyediakan layanan yang menawarkan solusi yang lebih sederhana dalam melakukan perjalanan bisnis. Travelstop memungkinkan penggunanya menekan biaya pengeluaran.

Dengan menggunakan teknologi machine learning tingkat lanjut dan personalisasi yang didukung oleh kecerdasan buatan, Travelstop mampu memberikan rekomendasi penerbangan dan hotel. Kemudahan ini tentu membuat pelaku bisnis lebih efisien dalam menggunakan waktunya untuk riset dan memesan perjalanan mereka.

via travelstop.com
via travelstop.com

CEO Travelstop, Prashant Kirtane mengatakan generasi muda milenial dan pelancong bisnis di Asia saat ini merupakan individu yang cerdas dan aktif berpartisipasi dalam perekonomian dunia. Tentunya mereka menginginkan pengalaman perjalanan yang lebih berarti, dan Travelstop ingin mewujudkan hal tersebut dengan membangun platform perjalanan bisnis modern.

Travelstop tidak hanya memberikan pengalaman pemesanan perjalanan yang menyenangkan dan fleksibel, tetapi juga membuat proses manajemen biaya pasca perjalanan menjadi lebih efisien. Di masa yang akan datang, Travelstop berencana menghadirkan inovasi di segala lini produk baik untuk konsumen perseorangan maupun perusahaan.

Prashant Kirtane, Founder & CEO Travelstop mengatakan pendanaan yang baru didapatkan ini akan digunakan untuk pengembangan produk, membangun tim divisi pengembangan kelas dunia di Singapura, serta peningkatan pertumbuhan bisnis melalui penjualan dan pemasaran. Pada tahun ini juga, Travelstop akan fokus pada beberapa pasar prioritas seperti Singapura, Malaysia, Indonesia, Thailand, Hong Kong, dan Taiwan serta akan semakin diperluas pada 2019.