Di workshop Hitsss Festival 2018 bersama dengan Artsphere, para peserta dapat trik-trik seru dan bermanfaat tentang melukis dengan cat air, dari pemilihan medium, penyimpanan karya hingga tekniknya, langsung dari pakarnya Galuh Tajimalela.

Masih dalam rangkaian acara Hitsss Festival 2018 beberapa waktu lalu, turut digelar pula acara workshop seni bertajuk “How to Paint with Watercolour” bersama Galuh Tajimalela, atau lebih dikenal dengan sebutan akrab Mas Galuh, seorang seniman yang sudah lama berkecimpung di dunia cat air. Workshop yang digelar pada Sabtu (15/9/2018) lalu bertempat di Neo Hype, Neo Soho Mall Jakarta itu, digelar atas kerjasama dengan komunitas seni Artsphere, Central Park Mall dan Neo Soho Mall, memancing ketertarikan para peminat gambar dan seni lukis.

Dengan gaya kasual kemeja biru dan fedora di kepalanya, Mas Galuh membuka sesi workshop melukis dengan cat air itu dengan perkenalan singkat dirinya. Mas Galuh bercerita bahwa kecintaannya melukis dengan cat air sudah berhasil membawanya terbang ke beberapa negara. Awal tahun 2018 ini misalnya, Mas Galuh berhasil memenangkan kompetisi yang membawanya ke Dubai.

Sebelum memulai workshop dengan praktik, Mas Galuh memaparkan terlebih dahulu apa sebenarnya seni melukis dengan cat air. Mas Galuh mematahkan anggapan umum yang seringkali menganggap lukisan cat air tidak tahan lama.

workshop watercolour
Foto: Dok. Hitsss.com

Pemilihan medium kertas

Mas Galuh berkata bahwa untuk mendapatkan lukisan dengan kualitas baik, media yang dipilih harus diperhatikan juga. Pemilihan kertas cat air yang pas merupakan langkah pertama. Penggunaan kertas yang tidak sesuai bisa menyebabkan kertas menjadi keriting, bahkan berubah warna menjadi kuning.

Ditegaskan Mas Galuh, melukis dengan cat air tidak bisa menggunakan kertas biasa, sebab kertas cat air mempunyai daya serap khusus. Dengan kertas yang pas, lukisan bisa bertahan sampai ratusan tahun, bahkan bisa lebih awet daripada media kanvas. Mas Galuh mengambil contoh lukisan Albrecht Dürer yang menggunakan cat air sebagai media karyanya, ternyata mampu bertahan ratusan tahun tanpa ada perubahan warna.

“Jadi jangan pernah percaya sama orang yang mengatakan bahwa kertas itu akan mengurangi kualitas dari tahun ke tahun. Padahal sebenarnya, kertas lebih bertahan daripada kanvas,” kata Mas Galuh.

Selanjutnya: Penyimpanan karya cat air…

Workshop kit.
Foto: Dok. Hitsss.com