Nampaknya era globalisasi memberikan dampak pada semua lini, termasuk juga bisnis kuliner. Dengan mudah kita menemukan sushi, burger, pizza di pinggiran jalan. Anak muda merupakan influencer utama yang memberikan pengaruh terhadap dinamika bisnis kuliner di tanah air. Banyak dari mereka yang membuka usaha kuline, lalu meraup untung tidak sedikit. Namun patut menjadi perhatian, rupanya ata-rata mereka memilih western food. Padahal makanan nusantara pun berpotensi untuk sukses di kancah internasional.

Menurut Vendryana, food blogger Indonesia, banyak orang asing yang menganggap makanan Indonesia merupakan makanan khas negara asia yang lain. “Sewaktu saya tinggal di Jerman, saya sangat sedih ketika orang sana menyebut makanan yang sebetulnya berasal dari Indonesia namun mereka menyebutnya dari Thailand,” ucap Vendryana, dalam acara bincang-bincang tentang bisnis kuliner di London School of Public Relations, belum lama berlalu.

Vendryana berpesan, anak muda yang tertarik berbisnis kuliner, agar jangan takut untuk unjuk gigi dengan makanan Indonesia yang kaya rempah. Sebab ada beberapa kesamaan rasa antara kuliner Indonesia dengan kuliner barat khususnya di Eropa. Mereka juga menggunakan rempah, walau tidak sebanyak di Indonesia. Buktinya rendang pernah dinobatkan jadi makanan terenak sedunia, lho!

Vendryana mengatakan, kita harus menemukan Unique Selling Point (USP) yang ada di masakan Indonesia. Media sosial juga berperan penting terhadap perkembangan kuliner. Oleh karena itu, perempuan yang juga memiliki beberapa usaha ini sering mengunggah foto atau video kuliner Indonesia di media sosialnya untuk terus mempromosikan keunggulan kuliner Indonesia. (HF)