Hitsssters, sering kali kita mendengar bahwa kebanyakan orang di angkatan kerja memilih untuk tidak berprofesi sebagai marketing atau sales. Mengapa? Salah satunya adalah karena takut tidak bisa mencapai target.

“Target” merupakan momok yang menakutkan bagi sebagian orang. Maka dari itu, setiap perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan, posisi klerikal, administrasi atau back office paling banyak diminati orang. Mengapa? Karena tidak ada target, peghasilannya sudah pasti, tidak usah keluar kantor untuk cari-cari klien. Padahal anggapan ini menyesatkan, karena pekerjaan klerikal pun ada targetnya lho, walau bukan secara finansial.

Percaya atau tidak, profesi yang banyak menghasilkan uang, peminatnya pasti sedikit. Padahal potensi penghasilannya tidak terbatas. Intinya, usaha yang dilakukan berbanding lurus dengan penghasilan yang akan diraih. Semakin banyak berusaha, semakin besar pula potensi penghasilan yang dapat mempertebal pundi-pundi. Semakin banyak produk barang atau jasa yang dapat terjual, semkin besar pula komisi yang diterima. Cukup adil bukan?

Lalu kenapa harus takut dengan target yang ditetapkan perusahaan? Tentunya kamu punya target pribadi bukan? Ingin punya mobil, ingin punya rumah, ingin berwisata, ingin gadget keluaran terbaru. Yang jika hanya dengan mengandalkan gaji tetap, tentunya cukup sulit menyisihkan uang untuk bisa ditabung. Khususnya bagi pekerja yang berpenghasilan rata-rata.

Lalu bagaimana caranya agar kamu dapat memenuhi target perusahaan secara konsisten? Sederhana saja, berpikirlah sebaliknya. Jika biasanya kamu menghitung jika mencapai target perusahaan akan mendapatkan komisi berapa, sekarang berpikirlah berapa komisi yang kamu inginkan untuk memenuhi target-target kamu. Sudah dapat dipastikan target yang ditetapkan perusahaan akan terlampaui. Yakin deh! Jadi, jangan mimpi bisa kaya, jika masih takut “target”. Selamat mencoba!(EE)