Kemeriahan Popcon Asia 2015 pada 7, 8, 9 Agustus lalu bisa dibilang telah membuka mata masyarakat Indonesia bahwa banyak kreator muda berbakat bertebaran dari Sabang sampai Merauke. Dengan acara yang meriah selama tiga hari berturut-turut, menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia mempunyai karya-karya berkualitas di bidang industri kreatif.

Popcon Asia atau kependekan dari Popular Culture Convention Asia, adalah festival terbesar di Asia untuk konten terkait industri kreatif, terutama komik, mainan, film, dan animasi, dari kreator lokal dan internasional. Popcon Asia bertujuan mengembangkan hak kekayaan intelektual para kreator Indonesia, dan mempromosikannya ke dunia. Tahun 2015 ini, Popcon Asia diselenggarakan untuk keempat kalinya berlokasi di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta.

Popcon Asia 2015 diperkirakan menarik lebih dari 37 ribu orang penikmat pop culture yang berasal dari berbagai penjuru. Tidak kurang dari 200 kreator hadir dari dalam dan luar negeri memamerkan karya kreatif terbaik mereka.

Ditemui Hitsss setelah membuka acara, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKraf), Triawan Munaf, menuturkan, “Popcon Asia diproyeksikan sebagai acara internasional yang bisa mengharumkan nama Indonesia. Adanya Popcon Asia di negara kita ini, jadi bukti bahwa Indonesia bisa menggarap acara bagus secara profesional. Peserta atau kalangan yang terlibat dalam acara ini juga bisa naik nilai intellectual property (IP) mereka. Saya harapkan di tahun-tahun mendatang, bisa terselenggara Popcon Asia dengan skala acara lebih besar,” kata Triawan.

Triawan melanjutkan, bahwa acara seperti Popcon Asia ini sangat dibutuhkan, terutama dalam hal penghargaan IP para kreator. “Tahun depan saya hendak berkunjung ke Busan, Korea Selatan, untuk acara IP Festival. Di sana mereka memasarkan IP orang Korea sendiri, dan menjualnya untuk pasar internasional. Dari sana kita bisa belajar menghargai IP, mengemas, melindungi, dan mengembangkan IP,” kata Triawan.

Menurut Triawan, semuanya berawal dari ide. “Dibarengi dengan peningkatan kualitas, seperti inovasi karakter dan storytelling yang bagus, ditambah infrastruktur yang sudah ada seperti internet, hasil karya-karya kreatif generasi muda kita ini bisa diandalkan,” kata Triawan.

Tidak jauh berbeda dengan penuturan Triawan, pendiri Layaria Network, Dennis Adhiswara, juga mengemukakan rasa optimisnya pada acara Popcon Asia 2015 ini. “Menurut saya, Popcon Asia memang layak untuk didatangi banyak orang. Kalau selama ini kita biasa mengidolakan karakter luar saja, seharusnya masyarakat tahu bahwa karakter asal Indonesia itu tidak kalah keren dan lucu,” kata Dennis.

Menurut Dennis, yang menarik dari Popcon Asia ini adalah jika biasanya ketika berbicara tentang ‘industri kreatif’ cenderung ‘berat’, maka acara ini bisa menghadirkan semuanya dengan cara yang populer, menyenangkan, dan bisa dinikmati segala umur. “Untuk anak-anak yang ingin menikmati hasil industri kreatif Indonesia, ada beberapa maskot lucu-lucu yang bisa dimainkan, bisa ditonton animasinya. Untuk remaja yang suka film laga, ada komik dan video juga, saya rasa semua ada di sini,” katanya.

Dari penuturan keduanya, tidaklah mengherankan bila Popcon Asia 2015 ini laris didatangi pengunjung. Dengan sederet jadwal acara yang mengundang banyak minat orang berkunjung ke acara ini seperti, konferensi pers film Filosofi Kopi, ASEAN comic Panel, talk show film Ada Apa Dengan Cinta 2, Kosasih Award, kompetisi cosplay, talk show film Comic 8, dan sebagainya, semuanya menambah semarak acara tersebut selama tiga hari berturut-turut. Beberapa pengunjung yang hadir di antaranya sebut saja, Wulan Guritno, Dennis Adhiswara, walikota Surabaya Tri Rismaharini, Faza Meonk, Marcelino lefrandt, Pepeng ‘Naif’, dan masih banyak lagi.

Dengan terselenggaranya acara ini, para kreator muda Indonesia ingin memberi pesan bahwa interaksi antar pelaku industri kreatif, menjadi salah satu faktor penting dalam upaya mengembangkan industri kreatif di Indonesia. Selain itu, penghargaan atas hak kekayaan intelektual dan juga interaksi antara kreator dan penikmat, tidak dapat dikesampingkan sebagai upaya menjadikan industri kreatif di Indonesia kian bertumbuh. Dengan kata lain, kolaborasi adalah hal utama yang dapat mengembangkan ekosistem industri kreatif, dan Popcon Asia 2015 hadir sebagai wadah kolaborasi sumber daya manusia di industri kreatif. (AH)