Pekan mode di Indonesia sungguh beragam. Bukan hanya datang dari asosiasi-asosiasi mode atau grup media, namun juga diselenggarakan oleh beberapa pusat perbelanjaan. Sebut saja seperti Fashion Nation, ajang pekan mode tahunan gelaran dari mal Senayan City, yang kali ini sudah menginjak tahun ke-9. Ada satu benang merah yang muncul di acara Fashion Nation yang baru berakhir pekan lalu, yakni, penghormatan pada warisan budaya masa lampau dalam cara baru dan progresif.

Sejumlah desainer Indonesia yang menampilkan koleksinya, terlihat melakukan dekonstruksi pada kain-kain nusantara. Ambil contoh desainer Mel Ahyar yang unjuk gigi dengan nuansa out-of-the-box dari batik. Koleksi Mel Ahyar yang bertema “Chintz” itu terinspirasi dari desain batik Belanda tahun 1840an, dengan tampilan gaya keraton bercampur gaya Belanda. Untuk “Chintz”, Mel berkolaboarsi dengan ilustrator Ammy Tawaqal, yang bersama mendesain ulang motif batik Belanda, mulai dari hewan, tentara, dan boneka ondel-ondel, untuk menghasilkan tokoh dengan warna warni pastel.

Dok. Liputan6Ada juga TIKPrive by Iwet Ramadhan yang menampilkan opsi mode keseharian dengan tetap mengusung satu pendekatan berbeda terhadap batik. Iwet mengangkat kawung dalam warna monokrom dan cara modern, sebagai potongan-potongan motif dalam rancangan-rancangan busana perempuan maupun lelakinya. Simpel namun tetap terasa glamor.
Dok. Liputan6

Noni Respati tidak ketinggalan, melalui label Purana-nya menghadirkan koleksi bernuansa tropis nan cerah. Pilihan warna didominasi dalam palet warna meriah seperti oranye, merah muda, dan biru. Dalam potongan yang longgar nan kasual, Nonita menghadirkan teknik lipatan dan draperi sehingga terlihat bervolume, dalam warna-warni ceria dan indah hasil teknik pewarnaan jumputan atau tie-dye.

Dok. Liputan6Sementara Didiet Maulana dengan koleksi IKAT-nya mempersembahkan aneka tampilan tenun ikat, di antaranya paduan atasan bikini dari tenun ikat yang dipadukan dengan high-waisted skirt dan outerwear short sleeve berwarna senada. Motif tenun ikat dominan warna hijau dan kuning ini membawa nuansa artistik yang ceria. Koleski motif lainnya ditampilkan juga dengan warna-warna seperti kemeja abu-abu lengan panjang. Rancangan unik lainnya termasuk jaket hitam yang dipadukan nuansa corak earthy tones.
Dok. Liputan6(VK)