Kamu para penggemar dan kreator dunia kreatif, khususnya komik, games, mainan, film, dan animasi, dipastikan tidak boleh melewatkan gelaran Popcon Asia 2015 yang akan diadakan pada tanggal 7 – 9 Agustus 2015 mendatang, bertempat di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Selatan. Popcon Asia adalah sebuah ajang festival budaya populer terbesar di Asia, yang bertujuan untuk mengembangkan kekayaan intelektual para kreator Indonesia, serta mempromosikannya kepada dunia.

Selain hadir sebagai panggung yang memberikan tempat khusus bagi para kreator lokal di Indonesia untuk dapat menunjukkan karya-karya mereka, Popcon Asia juga menjadi wadah yang dapat mencetuskan kolaborasi antara kreator dengan berbagai pelaku industri kreatif, baik di dalam maupun luar negeri.

Seperti yang sudah terjadi antara komikus Faza Meonk dengan perusahaan aplikasi pesan singkat, LINE, pada gelaran Popcon Asia 2014 lalu. Keduanya berkolaborasi dengan menciptakan stiker Si Juki, yang berhasil mencatat rekor unduhan hingga jutaan kali.

Konferensi Pers Popcon Asia 2015 (Dok. Popcon Asia)
Konferensi Pers Popcon Asia 2015 (Dok. Popcon Asia)

“Kami ingin Popcon menjadi sebuah ajang di mana kreator dan kolaborator saling mengapresiasi karya dan menciptakan dampak. Salah satu inisiatif yang kami jalankan adalah sesi portfolio review, di mana artis terpilih dengan portofolio terbaik, dapat mempresentasikan karya mereka di hadapan mitra potensial untuk menghasilkan proyek baru yang saling menguntungkan kedua belah pihak,” ungkap Grace Kusnadi, penggagas Popcon Asia dan CEO Revata.

Beberapa perusahaan luar yang bergerak di industri kreatif, juga hadir untuk berkolaborasi dengan pelaku industri kreatif dari luar negeri. Seperti Inspidea dan Giggle Garage asal Malaysia, serta Moutarde & Wasabi asal Prancis, hadir selama pergelaran Popcon Asia untuk menjalin kerjasama dengan talenta lokal khususnya di bidang animasi.

Selain itu, untuk memuaskan minat para penggemar game, salah satu mitra pendukung Popcon Asia, Institut Français d’Indonésie, atau lembaga kebudayaan Prancis akan merilis versi demo dari Assasin’s Creed: Syndicate, sebuah game besutan UBISOFT yang sudah lama ditunggu-tunggu kemunculannya.

Tidak hanya antar pelaku industri kreatif, Popcon Asia juga menjadi ajang kolaborasi antara pihak di ranah yang berbeda, salah satunya antara pekerja kreatif dengan industri Usaha Kecil Menengah (UKM). Sebuah perusahaan manajemen Intellectual Property (IP), Pionicon, menginisiasi gerakan bernama Kinetic, yang bertujuan menciptakan citra kota positif dengan pembuatan maskot.

Kali ini, Pionicon bekerjasama dengan Pahlawan Ekonomi Surabaya, mendesain ulang ikon kota Surabaya, ikan hiu dan buaya. Maskot baru ini akan dibebaskan lisensinya untuk dapat dipakai oleh pelaku UKM yang tergabung dalam Pahlawan Ekonomi Surabaya, dan bisa dikembangkan menjadi berbagai produk kerajinan lokal seperti kaos, tas, boneka, hiasan, dan kerajinan tangan lainnya.

“Di Popcon, kita saling belajar mengenai bagaimana sebuah karya kreatif dalam satu bentuk awal, dapat dikembangkan menjadi berbagai produk turunan yang tidak kalah menjual. Contohnya dari sebuah buku, Filosofi Kopi diangkat ke layar lebar sebagai film, kemudian melahirkan sebuah warung kopi, serta berbagai kekayaan intelektual (IP) lainnya.

Selain itu Mira Lesmana, salah seorang sineas kenamaan Indonesia, akan hadir pula untuk berbagi kisah mengenai bagaimana ia sukses menciptakan film box office legendaris Ada Apa dengan Cinta? ke dalam sebuah IP, hingga membuat penonton Indonesia dari berbagai kalangan menunggu-nunggu sekuel film tersebut. Para pelaku industri kreatif lainnya dapat mencontoh bagaimana mengembangkan produk mereka hingga bisa seperti ini,” ungkap Dennis Adishwara CEO, Layaria.com.

Popcon Asia 2015 yang akan terselenggara selama 3 hari, akan melibatkan banyak sekali pembicara, penampil, dan eksibitor. Seperti aktris cantik Wulan Guritno yang akan menjadi pembicara dalam talk show “I Am Hope”, Faza Meonk yang kembali akan hadir dalam talk show Pionicon, penampilan dari musisi lokal yang unggul dengan prestasinya dalam menciptakan karya musik soundtrack film Fonticello, dan masih banyak lagi.

Nama-nama bintang yang berprestasi dan sudah tidak asing bagi para pelaku industri kreatif di Indonesia, seperti Beng Rahardian (Akademi Samali), Bryan Lie (Glitch Network), Chris Lie (Caravan Studio), Billy Tan (DC Comic Artist), dan nama-nama populer lainnya, turut hadir meramaikan Popcon Asia 2015 nanti. Tak lupa akan hadir pula kurang lebih 200 eksibitor, baik dari dalam dan luar negeri untuk saling memamerkan karya kreatif terbaik mereka. (KA)