Kabareskrim Wanti-wanti Penerima Uang Indra Kenz Segera Melapor


Jakarta

Polisi mewanti-wanti seluruh penerima duit dari crazy rich Medan Indra Kenz agar melaporkan diri ke polisi. Lebih baik kembalikan saja dana dari Indra Kenz kepada aparat negara.

Indra Kenz adalah tersangka kasus aplikasi model binary option (Binomo). Aset-aset crazy rich tersebut sudah disita polisi, totalnya Rp 43,5 miliar. Polisi masih akan terus mengusut aset Indra sampai Rp 57,2 miliar. Ada aset berupa dua rumah di Deli Serdang serta mobil mewah Ferrari.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga memblokir rekening Indra Kenz. Berdasarkan yang diungkap polisi ke publik sejauh ini, isi rekeningnya senilai Rp 1,8 miliar.

Lantas bagaimana dengan orang-orang yang menerima duit Indra Kenz?

“Saya rasa itu lebih baik daripada menjadikan lebih banyak tersangka orang yang tentu tidak bisa menyelesaikan masalah, saya rasa dengan pengembalian dana yang mereka terima kemudian kita lihat, apakah yang bersangkutan mau jadi kolaborator untuk mengembangkan (penyidikan) perbuatan para pelaku ini dalam mengembangkan usahanya,” kata Kabareskrim Komjen Agus Andrianto.

Kabareskrim Komjen Agus Andrianto pada konferensi pers soal pinjol ilegal (Foto: Tangkapan layar YouTube Kemenko Polhukam)Kabareskrim Komjen Agus Andrianto pada konferensi pers soal pinjol ilegal (Foto: Tangkapan layar YouTube Kemenko Polhukam)

Agus berbicara di gedung PPATK, Jakarta Pusat, Kamis (10/2) lalu menjelaskan, lebih baik penerima uang Indra Kenz mengembalikan uang tersebut. Bisa saja si penerima tidak tahu, bisa pula penerima tahu bahwa uang itu berasal dari kegiatan yang melanggar hukum binary option Binomo. Bahkan, bila si penerima duit tahu namun ingin menjadi justice collaborator, polisi bakal mempertimbangkan niat baik penerima duit dari Indra Kenz.

“Terkait siapa pun yang menerima, karena aliran dana ini bisa masuk kepada siapa saja, artinya kepada mereka yang punya potensi untuk menjadi pihak yang turut membantu perbuatan para tersangka yang sedang dilakukan proses penyidikan, intinya tergantung pada proses pemeriksaannya, apakah ada unsur kesengajaan atau ketidaktahuan sehingga lebih bagus mereka ini melaporkan,” tutur Agus.

Indra Kenz dijerat dengan pasal berlapis. Indra Kenz disangkakan melanggar Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 27 ayat 2 dan/atau Pasal 45 A ayat (1) juncto 28 ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 3, Pasal 5, dan Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, Pasal 378 KUHP juncto Pasal 55 KUHP.

Simak Video: Karma ‘Terlahir Miskin Itu Privilege’ untuk Indra Kenz

[Gambas:Video 20detik]

(whn/dnu)

Leave a Reply

Your email address will not be published.