Diusir dari Hanggar Malinau, Susi Air Ngungsi ke Tarakan


Jakarta

Susi Air memindahkan asetnya yang tersisa di hanggar Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara), ke Tarakan. Pemindahan dilakukan setelah peristiwa pengusiran beberapa waktu lalu.

Corporate Secretary Susi Air Nadine Kaiser mengatakan pihaknya memindahkan aset yang masih ada di Malinau pada Selasa (8/2/2022). Nadine juga mengirimkan video proses pemindahan barang-barang milik Susi Air.

Barang-barang yang masih ada di hanggar tampak dimasukkan ke pesawat. Nadine menyebut pihaknya menyelamatkan aset yang masih ada.

“Kami salvage dan collect our belongings (menyelamatkan dan mengumpulkan barang-barang kami),” ucap Nadine.

Dia menyebut barang-barang itu bakal dipindah ke Tarakan. Nadine belum menjelaskan detail apa saja barang yang dipindahkan tersebut.

“(Dipindah) ke Tarakan hari ini,” tuturnya.

Sebelumnya, kasus ini berawal dari berakhirnya kontrak penyewaan hanggar Malinau oleh Susi Air per 31 Desember 2021. Menurut Susi Air, pihaknya telah mengajukan permohonan perpanjangan kerja sama pada November 2021.

Pihak Susi Air menyebut Pemkab Malinau menolak permohonan perpanjangan penyewaan itu. Mereka juga menyebut Pemkab Malinau meneken kerja sama dengan perusahaan lain saat kontrak Susi Air masih berjalan.

Kuasa hukum Susi Air VISI LAW OFFICE kemudian melayangkan somasi kepada Bupati Malinau Wempi Wellem Mawa dan Sekda Malinau Ernes Silvanus. Somasi dilayangkan karena pengusiran pesawat Susi Air dari hanggar Malinau.

Kuasa hukum Susi Air menilai penggunaan dan pengerahan Satpol PP oleh Pemkab Malinau diduga merupakan tindakan melawan hukum karena tidak sesuai dengan tugas Satpol PP sebagaimana diatur pada Pasal 1 angka 1 dan Pasal 5 Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2018 tentang Satuan Polisi.

Susi Air menuntut Bupati Malinau Wempi Wellem Mawa dan Sekda Malinau Ernes Silvanus meminta maaf. Selain itu, kedua pejabat tersebut diminta mengganti rugi Rp 8,9 M.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.