Corona di Bekasi Hampir Lewati Puncak Delta, Menkes Minta Warga Tak Panik


Jakarta

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau vaksinasi massal yang diadakan di Stadion Patriot Candrabhaga, Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi. Acara tersebut menargetkan 3.000 orang dapat divaksinasi dalam sehari.

Budi menjelaskan alasan kunjungannya ke Bekasi. Menurutnya, kasus COVID-19 di Kota Bekasi naik tinggi dan hampir menyusul puncak kasus varian Delta pada Juli tahun lalu.

“Kenapa kami ke Bekasi? Karena memang Omicron ini di dua provinsi sudah naik lebih tinggi dari kasus bulan Juli kemarin pada saat puncaknya Delta, yaitu di DKI dan Bali. Bekasi bagaimana? Bekasi naiknya juga tinggi, hampir menyusul puncak di bulan Juli. Itu sebabnya kami datang karena mesti hati-hati,” ujar Budi di Stadion Partriot Candrabhaga pada Selasa (8/2/2022).

Kendati demikian, Budi menyampaikan kabar baik di tengah lonjakan COVID-19. Budi menyebut penyintas yang dirawat dan meninggal lebih rendah dari varian Delta.

“Hal baiknya adalah Omicron ini yang dirawat dan yang wafat lebih rendah, jauh lebih rendah dibandingkan Delta. Kalau kasusnya lebih tinggi, yang wafat dan masuk rumah sakit lebih rendah,” ucapnya.

Budi juga mewanti-wanti masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik dengan kenaikan angka COVID-19 ini. Budi juga meminta masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan serta segera lakukan vaksinasi.

“Tolong disampaikan ke masyarakat enggak usah panik karena kasus akan naik tinggi dan akan kemungkinan besar lebih tinggi dari Delta, nggak usah panik, kenapa? Karena memang yang dirawat dan yang wafat itu lebih rendah,” tuturnya.

Penjelasan Kapolri

Pernyataan senada disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Listyo mengimbau seluruh masyarakat untuk tenang dan tidak panik dalam menghadapi lonjakan kasus pertumbuhan COVID-19 belakangan ini.

“Masyarakat tidak usah panik, kemudian terganggu. Namun bagaimana kemudian kita tingkatkan kewaspadaan, melaksanakan vaksinasi bagi yang sudah waktunya. Dan tetap mematuhi serta disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan,” kata Sigit di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Pada kesempatan itu, Sigit juga menyapa secara virtual wilayah di Indonesia yang menggelar acara vaksinasi tersebut. Kepada semuanya dalam kesempatan itu, mantan Kapolda Banten ini mengingatkan kembali pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memaksimalkan akselerasi vaksinasi di seluruh Indonesia.

“Ini saya ingin mengingatkan pesan Pak Presiden saat memimpin langsung vicon dengan seluruh Pemda dengan rekan-rekan semua. Saya ingatkan kembali bahwa, salah satu langkah prioritas yang dilakukan, bagaimana dalam kurun waktu satu atau dua minggu ini, akselerasi vaksinasi betul-betul dimaksimalkan. Khususnya terkait saudara kita yang lansia. Tentunya ini memerlukan strategi. Karena memang ada yang perlu pendekatan dengan mendatangi secara langsung, karena situasi wilayah geografis yang tentunya perlu dihadapi rekan-rekan,” ujar Sigit.

Tidak hanya itu, eks Kabareskrim Polri itu juga mengingatkan kepada seluruh pihak yang ada di lini terdepan dalam penanganan dan pengendalian COVID-19, untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya vaksinasi. Khususnya, warga yang belum divaksinasi dan yang telah melewati masa enam bulan dari vaksin kedua untuk mendapatkan booster.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit menyapa dan berdialog dengan warga yang ikut vaksin. (Foto: dok ist)

“Namun paling penting sosialisasikan lagi kepada masyarakat untuk secepatnya melaksanakan vaksinasi khususnya yang belum vaksin. Dan bagi yang sudah waktunya melaksanakan vaksin booster, ingatkan. Karena tadi sudah disampaikan, kalau pun sudah vaksin dua kali, sudah booster, tetap bisa kena varian Omicron,” ucap Sigit.

Vaksinasi, lanjut Sigit, dapat meningkatkan imunitas dan mengurangi fatalitas bagi seseorang yang terjangkit virus COVID-19. Berdasarkan data dari Kemenkes, kasus meninggal dunia didominasi orang yang belum mendapatkan vaksinasi dan kelompok lansia yang memiliki komorbid.

“Tentunya dengan rekan-rekan yang sudah semua melaksanakan vaksin, tingkat fatalitasnya akan sangat jauh. Tadi sudah disampaikan pak Menkes data rata-rata yang meninggal adalah belum vaksin dan yang lansia komorbid. Itu yang menjadi prioritas,” ujar Sigit.

Sigit juga menekankan soal pentingnya disiplin menerapkan prokes. Dia meminta kepada masyarakat, jika memang diperlukan, kenakan masker double atau lapis dua, khususnya di tempat-tempat aktivitas yang berpotensi terjadinya kerumunan.

“Kemudian masalah penggunaan masker tolong diingatkan kembali. Bila perlu lokasi-lokasi yang ada kerumunan-kerumunan pakai masker double. Karena ini menjadi penting, menjadi sumber penularan pada saat masker tidak digunakan. Itu akan terjadi. Kita tahu bahwa penularannya sangat cepat. Sehingga disiplin penggunaan masker tolong untuk tingkatkan kembali,” imbau Sigit.

Simak Video ‘Simak! Ini Daftar Wilayah Level PPKM Jawa-Bali’:

[Gambas:Video 20detik]

(knv/knv)

Leave a Reply

Your email address will not be published.