5 peserta terpilih dengan ide cerita terbaik akan diberi pembekalan materi terkait produksi film dalam film workshop di Binus University, Alam Sutera.

Mobiliari Film Festival yang menjadi bagian dari Hitsss Fest 2018, terdiri dari serangkaian acara mulai dari talk show & open auditionworkshopfilm production, dan film screening bertema “The Balanced Life”.

Film talkshow dengan tema “Making Short Films: The Complete Guide From Script To Screen” telah sukses diadakan pada bulan Mei lalu di Binus University (Kampus Anggrek). Para peserta talkshow pun berantusias mengikuti open audition dengan mengirimkan cerita-cerita terbaik. Berikut ini 5 peserta dengan ide terbaik yang lolos film audition Mobiliari Film Festival.

WhatsApp Image 2018-07-26 at 18.28.53

1. Agusti Yudhatama

Not As Seen

Cerita tentang seorang pemburu harimau yang bertemu dengan wanita yg bekerja sebagai peneliti yg kemudian mampu mengubah pandangan hidupnya

2. Fine Darren

Petualangan Cilik

Cerita tentang sekelompok anak-anak yang mengikuti kegiatan pramuka di sekolahnya, kemudian mereka tersesat di hutan dan belajar untuk bertahan hidup di sana.

3. Greg Soegono

Pasangghiki

Cerita tentang seorang ayah yang menyimpan rahasia leluhur kepada anaknya dan mengungkapkan jati dirinya sebagai penjaga hutan. (Berdasarkan legenda masyarakat Lampung “Raja Tabok”)

4. Escatarina

Ranger

Cerita tentang seorang fotografer wanita bernama Anya yang tadinya bersifat congkak menjadi lebih peduli terhadap alam.

5. Nandine

1 Titik Mata Angin

Cerita tentang tiga orang sahabat berkumpul menuruti keinginan salah satu sahabat mereka Emma yang sebenarnya sakit parah agar mencarinya dan berkumpul untuk reunian di sebuah hutan konservasi. Saat di dalam hutan emma menemukan tanaman obat untuk menyembuhkan penyakitnya dan teman-temannya pun dapat bertemu dengan Emma.

Lima peserta terpilih ini akan mengikuti workshop yang diadakan di Binus University, Alam Sutera pada hari Sabtu tanggal 28 Juli 2018. Peserta akan diberi pembekalan terkait produksi film secara teknis mulai dari mengeksekusi ide menjadi film hingga persiapan proses shooting di alam bebas dari pemateri seperti Ray Arif Nayoan (Sutradara film Jelita Sejuba), Budi Sumarno (Ketua Komunitas Cinta Film Indonesia), dan Benny Kadar (sinematografer).

Setelah workshop, para peserta akan diberangkatkan ke TWNC (Tambling Wildlife Nature Conservation) untuk melakukan proses film production di Lampung. Nantinya, hasil dari karya pemenang yang telah diproduksi di TWNC akan ditayangkan dalam acara film screening. Para pemenang juga berhak mendapatkan total hadiah sebesar Rp 100 juta.  Selamat, ya buat semua peserta terpilih! (AR)