Baju renang dari sampah botol plastik ternyata bisa juga terlihat stylish. Dengan kreativitas, kita bisa mengubah sampah menjadi peluang bisnis yang menguntungkan, selain itu bisa membantu menyelamatkan lingkungan.

Tahukah kamu bahwa manusia membeli jutaan kemasan botol plastik setiap menitnya? Dari jumlah yang sangat banyak itu, yang didaur ulang tidak sampai setengahnya. Selebihnya, botol-botol ini pun banyak yang menjadi sampah di lautan.

Limbah plastik diketahui sulit untuk terurai dan saat ini telah memenuhi lautan dan mencemari air. Selain mencemari air, limbah ini juga menyebabkan kerusakan fisik pada makhluk-makhluk yang hidup di sekitarnya karena kandungan bahan kimia yang terdapat pada plastik tersebut.

 

baju renang
via fairharborclothing.com

 

Untuk mengurangi limbah plastik ini, usaha yang bisa kita lakukan adalah dengan mengurangi tingkat konsumsi sesuatu yang berbahan dasar plastik atau kita bisa mendaur ulang limbah tersebut dengan sesuatu yang berguna untuk kehidupan sehari-hari.

Dua kaka beradik asal Amerika Serikat, Jake Danehy dan Caroline Danehy membangun sebuah perusahaan label fashion bernama Fair Harbor yang mengelola limbah plastik menjadi baju renang layak pakai. Hal ini didasari karena mereka mengetahui bahwa saat ini dunia berada dalam tahap krisis limbah plastik di laut. Baju renang ini didesain dengan menarik, fungsional dan tentunya tahan lama.

Sebagai seorang mahasiswa yang mempelajari geografi, Jake sangat mengerti dampak dari limbah plastic di lautan, karena kecemasannya tersebut, ia mengajak adiknya Caroline yang memang mengerti tentang fashion untuk membuat sebuah brand fashion dengan memanfaatkan limbah plastik tersebut.

Via. Instagram Fair Harbor
Via. Instagram Fair Harbor

Keduanya mendapatkan modal awal dari hasil kompetisi di mana mereka mengembangkan sebuah konsep bisnis yang membantu mengurangi pencemaran lingkungan. Mereka mendapatkan $20.000 atau setara dengan Rp 260 juta untuk membuat produk pertama mereka yakni celana pendek dari plastik daur ulang.

Meskipun banyak menerima apresiasi, bertahan di tengah persaingan bisnis e-commerce tidaklah mudah. Dua kaka beradik ini berusaha untuk terus mengembangkan bisnis mereka sampai akhirnya kini berada di puncak karier perusahaan mereka.

Kini, mereka telah mendaur ulang lebih dari 180 ribu limbah botol plastik untuk menjadi pakaian renang pria dan wanita  yang stylish. Selain ingin menciptakan produk yang nyaman, fungsional dan mengagumkan, Jake dan Caroline juga ingin meningkatkan kesadaran seputar masalah sampah plastik dan akibatnya untuk lingkungan. (JU/AR)