via Instagram @moektito
via Instagram @moektito

H: Seperti apa proses yang Bayu lakukan dalam membuat video?

BS: Pertama nulis naskahnya dulu. Naskah itu bica 4 – 5 lembar. Kemudian mulai tentukan jadwal shooting, dan merumuskan adegan apa yang harus ada, setelah selesai shooting kemudian editing.

H: Ada berapa orang tim yang Bayu punya sekarang?

BS: Enam orang. Satu orang manajer saya di Jakarta untuk jemput bola.  Juga ada editor dan cameraman. Dulu awalnya sendiri, pakai tripod. Baru buat tim ketika sudah bisa menghasilkan, jadi kenapa nggak diniatin aja sekalian.

H: Profesi sebagai Youtuber ini yang terus Bayu geluti untuk ke depannya?

BS: Karena video akan terus ramai. Semua platform sekarang ada videonya. Kayak dulu Instagram cuma foto sekarang ada Stories, ada IGTV. Ini adalah peluang. Karena video itu konten yang cukup lengkap, ada visualnya, suaranya, dan ini akan terus berkembang. Saya rasa saya senang berkarya seperti ini, menjadi content creator, entah itu di Youtube atau membuat film.

H: Kalau lagi nggak ada kesibukan biasanya ngapain?

BS: Berlibur dan main game.

H: Apa pesan-pesan untuk kreator pemula?

BS: Kalau mau jadi kreator konten, jangan kejar uang. Karena sekarang banyak Youtuber terkenal yang banyak uang, sehingga orang pun ingin seperti itu. Motivasi mereka bikin Youtube biar banyak uang. Padahal ya berkarya aja dulu, terus bikin konten yang disukai orang.

H: Ada quotes pribadi nggak dalam hidup?

BS: Seperti di akun Instagram saya, “sejatine urip kuwi mung mampir Mangan, Ngombe, lan Makaryo.” Yang artinya, inti dari hidup ini adalah untuk mampir makan, minum dan berkarya . Berkaryalah agar hidup tidak sia-sia dan agar kita diingat orang. (AR)