Bayu Skak menceritakan perjalanannya berkarya sebagai Youtuber hingga project film terbarunya yakni Yowis Ben 2.

Lahir di Malang, 24 tahun silam, Bayu Skak, yang memiliki nama asli Bayu Eko Moektito mengawali kariernya sebagai Youtuber dengan iseng mengunggah video komedi bersama teman-teman di Youtube. Mereka menyebut diri mereka Skak, yang merupakan akronim dari Sekumpulan Arek Kesel, atau dalam bahasa Indonesia artinya sekumpulan anak lelah. Aktifnya Bayu sebagai Youtuber telah mengantarkanya mendapat penghargaan Golden Play Button dari Youtube Indonesia pada pertengahan 2017 karena berhasil mencapai angka 1 juta subscriber.

Setelah bermain di berbagai film seperti Marmut Merah Jambu (2014), Check In Bangkok (2015), Relationshit (2015), dan Hangout (2016), ia pun membuat filmnya sendiri yang berjudul Yowis Ben (2018). Di film tersebut ia berperan sebagai sutradara bersama Fajar Nugros, penulis naskah dan pemeran utama. Dalam wawancara khusus bersama Hitsss.com, Bayu menceritakan perjalanannya sebagai Youtuber hingga project film terbarunya Yowis Ben 2 yang direncanakan rilis tahun depan.  

Hitsss (H): Mulai membuat konten sejak SMA, apakah saat itu sudah terpikir akan serius menjadi Youtuber?

Bayu Skak (BS): Awalnya hanya iseng-iseng berhadiah. Saya itu di SMK jurusan animasi, jadi belajar videografi, sinematografi. Dari situ punya ilmu dan mencoba bikin sesuatu. Saya dan teman-teman bikin video lip sync konyol diunggah di Youtube ditonton teman-teman sekelas dan disebarkan lagi di media sosial sampai bisa dilihat 2.000 orang. Untuk tahun 2010 itu udah angka yang bagus.

Kami pun dapat banyak komentar positif yang mendukung kami untuk membuat video-video lagi. Tapi sekarang, teman-teman saya yang dulu itu sudah punya kesibukan masing-masing.

H: Selain channel utama, juga bikin channel Bayu Skak Daily Life ya?

BS: Iya. Ini dibuat tahun 2014, isinya lebih ke cerita keseharian. Jadi memang sengaja dibuat terpisah biar bisa fokus. Dan jadi sumber pemasukan baru juga.

H: Apa yang berbeda daily life channel ini dengan channel utama?

BS: Kalau channel pusat itu lebih niat bikinnya. Komedinya harus ditulis dulu naskahnya.

H: Sekarang masih kuliah?

BS: Iya. Kuliah di jurusan seni dan desain, fakultas sastra, Universitas Negeri Malang. Tapi sekarang lagi cuti dulu karena banyak yang harus dikerjakan.

H: Subscriber di channel utama sudah 1,7 juta dan di channel daily life 577 ribu bagaimana caranya meningkatkan jumlah subscriber?

BS: Konsisten berkarya. Terus mau mencoba sesuatu yang baru. Karena penonton selalu haus hal-hal yang baru. Karena itu selain buat konten di Youtube, saya juga buat film. Itu tujuannya juga untuk nge-refresh. Karena yang penting kita udah punya pengikut, pemirsa. Jadi mau kita berkarya di mana pun, dalam bentuk apa pun, sudah ada yang menantikan karya kita.

H: Apakah dari awal sudah memikirkan harus punya banyak penonton dan bahwa dengan menjadi Youtuber bisa menghasilkan uang?

BS: Seiring sejalan, ketika penonton tambah terus, jadi ya mulai berpikir bagaimana agar bisa menambah audiens. Dulunya belum tahu kalau dari Youtube bisa menghasilkan uang. Setelah dikontak Multi Channel Network (MCN) baru saya tahu kalau ternyata bisa menghasilkan dengan dikoneksikan ke Google Adsense dan sebagainya. Karena dari awal saya berkarya ya untuk berkarya aja.

Makanya kalau ada kreator baru tujuannya langsung uang, ya akan kalah. Karena tahun pertama, tahun kedua bisa nggak dapet apa-apa, kok. Saya baru bisa menghasilkan itu setelah dikontrak oleh MCN pada tahun 2012, dan saat itu subscriber saya baru sekitar 20 ribu.

H: Nggak memilih untuk mengoptimalkan sendiri?

BS: Karena keuntungan ketika bergabung di MCN nggak hanya itu. Kalau tergabung MCN, channel kita akan diurus, dan memang akan ada potongan jika kita mendapatkan project, tapi selain itu MCN biasanya juga punya link ke berbagai brand. Ketika brand ini butuh talent, atau mau dibuatkan konten oleh kita, kan jadi keuntungan yang berbeda lagi.

Jadi pemasukan ada dari Google, dan ada juga dari brand. Intinya sama-sama menguntungkan, baik untuk kreator maupun untuk MCN.

Next: Rencana bisnis Bayu Skak