Rencana pembentukkan Tim Pengarah Dewan Nasional Keuangan Inklusif (financial inclusion) memberikan angin segar pada industri teknologi keuangan (fintech) di tanah air.

Kepala Badan Teknologi Startup Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Patrick Walujo, mengatakan bahwa salah satu kunci utama meningkatkan keuangan inklusif adalah perluasan akses ke lembaga keuangan.

Posisi Indeks Keuangan Inklusif (IKI) Indonesia pada 2014 adalah sebesar 36 persen, yang terhitung masih di bawah IKI beberapa negara ASEAN, seperti Thailand (78 persen) dan Malaysia (81 persen).

Menurutnya, perkembangan fintech dapat membuat lembaga keuangan lebih mudah dijangkau masyarakat, karena relatif tidak terkendala infrastruktur. Ini juga merupakan edukasi mengenai produk keuangan menjadi lebih menarik dan mudah dipahami, sehingga produk bisa relevan dengan kebutuhan masyarakat banyak.

Perkembangan teknologi secara umum pun dianggap turut membantu peningkatan keuangan inklusif masyarakat. Seperti misalnya yang terjadi pada Go-Jek, yang mana telah mengenalkan produk perbankan kepada seluruh mitranya.

play.google.com
Via Play.google.com

Akses kepada produk keuangan juga semakin meningkat dengan kehadiran Go-Pay. Layanan yang baru diluncurkan pada April 2016 itu, kini sudah berhasil menjadi solusi e-wallet dengan pertumbuhan yang cepat di Indonesia.

Go-Jek dan Go-Pay juga terus dikembangkan untuk dapat melayani pasar pengguna e-wallet dari pengguna internet yang terus tumbuh,” ujar Nadiem Makarim, Co-Founder dan CEO Go-Jek.

Sementara itu, keseriusan mendukung perkembangan sektor fintech juga terlihat dari bank-bank besar, misalnya Bank Mandiri melalui Mandiri Capital Indonesia (MCI). Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk, Kartiko Wirjoatmodjo, mengutarakan bahwa mayoritas pendanaan di MCI akan dialokasikan ke fintech.

Mereka meyakini nantinya ecommerce akan menjadi industri unggulan di Indonesia. Sehingga akan dibutuhkan sistem pembayaran universal. Fokus untuk mendukung fintech akan menjadi langkah strategis memenangkan kompetisi di sektor pembayaran digital.

Sebagai salah satu langkah pengembangan fintech, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) mengadakan Indonesia Fintech Festival and Conference (IFFC) 2016 yang akan dihadiri sejumlah nama besar sebagai pembicara di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, 29-30 Agustus 2016 mendatang. (MT/DI)