Setelah kick-off “Gerakan Nasional 1000 Startup Digital” yang telah digelar pada Juni 2016 lalu, kini pendaftarannya resmi dibuka untuk para peserta.

Untuk mewujudkan visi dan potensi Indonesia menjadi apa yang disebut-sebut sebagai “The Digital Energy of Asia” di tahun 2020, maka sejumlah inisiasi pun dilakukan. Salah satunya adalah “Gerakan Nasional 1000 Startup Digital”, sebuah gerakan mendirikan 1000 startup, untuk menjadi solusi atas berbagai masalah dengan memanfaatkan teknologi digital, yang diluncurkan pada 17 Juni 2016 lalu.

Gerakan Nasional 1000 Startup Digital ini sendiri terbuka bukan untuk mereka yang berkompetensi pemrograman aplikasi saja, tapi juga untuk semua anak muda dari berbagai keahlian, mulai dari desain, komunikasi, bisnis, ekonomi, teknik, dan lainnya.

Gerakan Nasional 1000 Startup Digital menantang anak­-anak muda yang punya semangat kewirausahaan tinggi, punya niat tulus, pola pikir benar, serta kemauan besar, untuk berkomitmen mengikuti setiap tahapan program dari gerakan ini dari awal sampai akhir,” papar Direktur Pengembangan Usaha dan Inkubasi Universitas Gadjah Mada (UGM), sekaligus mentor Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, Dr. Hargo Utomo, M.B.A., dalam keterangan pers yang diterima oleh Hitsss.

Lebih lanjut dikatakan, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital ini membutuhkan anak muda yang peduli, dan menolak terbuai oleh potensi kebesaran Indonesia. Anak muda yang memiliki pola pikir untuk menyelesaikan masalah dan menciptakan inovasi.

Mereka yang ingin bangsa Indonesia maju, dan menjadi negara besar, serta tidak puas hanya menjadi negara dengan berbagai masalah yang tidak terselesaikan.

Bagi yang tertarik, bisa mendaftar dengan mengisi formulir registrasi di reg.1000startupdigital.id. Sudah ataupun belum memiliki ide, tim, dan produk, program ini terbuka untuk siapa saja.

Sebagai salah satu syarat pendaftaran, semua peserta harus membuat sebuah video berdurasi maksimal 2 menit, yang menggambarkan masalah besar yang ingin diselesaikan, beserta ide dan solusi yang akan dibuat dengan memanfaatkan teknologi digital. Video tersebut kemudian diunggah ke YouTube, dengan menyertakan tagar #1000startupdigital.

Yohan Totting, Inisiator Komunitas Forum Web Anak Bandung (FOWAB), mengatakan bahwa semua peserta akan diseleksi ketat di setiap tahapan. “Perlu diketahui bahwa program ini bukan kompetisi untuk mendapatkan hadiah atau penghargaan tertentu, namun merupakan gerakan yang bertujuan menciptakan ekosistem startup digital berkelanjutan yang memecahkan masalah besar yang berdampak bagi Indonesia,” kata Yohan, menambahkan.

Pada tahap pertama, akan ada 400 peserta yang akan terpilih di setiap kota untuk mengikuti Ignition, sebuah seminar yang akan menginspirasi para peserta untuk membuat sebuah startup yang menyelesaikan masalah dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Tahapan ini penting bagi setiap calon pendiri startup, untuk memahami pola pikir kewirausahaan sebelum memulai startup­-nya masing-­masing.

“Komitmen yang kami harapkan dari setiap peserta adalah jika terpilih, bersedia mengikuti tahapan yang ada dari awal hingga akhir. Selain itu, peserta diminta mematuhi setiap peraturan yang ada di setiap tahapan, dan juga bersungguh-­sungguh dalam mendirikan startup yang ingin menciptakan solusi,” ujar Alamanda Shantika, Vice President Go-Jek, dan juga salah satu mentor di Gerakan Nasional 1000 Startup Digital.

Untuk kota yang akan melaksanakan Ignition pertama kalinya adalah Jakarta yang akan digelar pada 30 Juli 2016 di Universitas Trisakti, Jakarta Barat. Lalu kota selanjutnya adalah Surabaya, yang akan digelar pada tanggal 6 Agustus 2016 di Spazio Hall. Dan kota ketiga yang akan menggelar Ignition adalah Yogyakarta pada tanggal 12 Agustus 2016 di Auditorium Fakultas Kedokteran UGM. (DI)