Selama diiringi tekad dan kreativitas yang kuat, usia muda bukanlah halangan untuk sukses berbisnis. Hal ini dibuktikan oleh Natasha Alexandra Dewindra, yang di usia mudanya (22 tahun), telah berhasil membuat produk skin care alias perawatan kulit dan kecantikan dari bahan alami yang penjualannya laris-manis bernama Gulaco.

Diakui Natasha, sejak masa SMA dulu, ia sudah tertarik dengan dunia perawatan kulit dan kecantikan, dan kerap mencoba produk-produk dari luar negeri. Berangkat dari hal itu, ia tertarik mencoba meracik produk perawatan tubuhnya sendiri. Berawal dari pemakaian pribadi, akhirnya produk racikannya itu menyebar ke keluarga dan teman. “Melihat peluang tersebut, lantas berpikir mengapa tidak dijadikan bisnis yang lebih serius,” katanya.

Konsep back to nature

Karena hobinya yang sering berganti-ganti produk perawatan kulit dan kecantikan ini, akhirnya Natasha melihat peluang pasar akan produk perawatan kulit dan kecantikan yang berbahan dasar 100 persen alami dan segar. Semua produk Gulaco yang berjargon “Natural Mixtures and Risk Free” ini terdiri dari produk perawatan bibir, sabun mandi, hingga perawatan wajah ini, yang tidak memakai bahan kimia berbahaya. Bahkan Gulaco sebagian besar tidak menggunakan fragrance, karena fragrance sendiri dapat memicu iritasi pada kulit.

Bahan-bahan yang digunakan Natasha juga tergolong unik. Contohnya untuk masker wajah, ia menggunakan daun kelor untuk kulit sensitif-kering, daun sambiloto untuk kulit berminyak, serta kulit manggis untuk kulit normal kombinasi. Untuk produk perawatan bibir pun ia menggunakan bahan dasar gula, sehingga produknya hanya bisa bertahan hingga tiga bulan.

Untuk pengemasannya sendiri, ia memberikannya dalam tampilan simpel dan modern. Produk Gulaco dibanderol dengan harga terjangkau yakni mulai dari Rp 35 ribu hingga Rp75 ribu per produk.

Dok. Gulaco
Dok. Gulaco

Arahkan Gulaco jadi produk skin care terbaik Indonesia

Natasha membangun bisnis ini seorang diri, mulai dari segi perencanaan, ide, desain, pemasaran, dan sebagainya. Ia mengakui, internet sangat membantu bisnisnya tumbuh pesat, bahkan saat ini produknya bisa sampai Malaysia dan Singapura karena bantuan internet. Saat ini, Natasha melakukan penjualan lewat media sosial seperti Instagram dan situs www.gulaco.net sehingga pelanggan dapat membeli produk Gulaco dengan mudah.

Berjuang seorang diri tentunya tidak dilalui Natasha dengan mulus. Dikatakan Natasha, tantangan saat ini adalah untuk mendapatkan perizinan dari pemerintah. Untuk membuat produk kosmetik atau perawatan kecantikan yang legal, harus memenuhi banyak persyaratan yang tidaklah mudah dan singkat.

Di sisi lain, dengan pangsa pasar yang luas dan tren gaya hidup sehat yang sedang populer, Natasha optimistis bisnis di bidang produk kecantikan memiliki prospek cerah. “Saya berharap dan yakin, perlahan-perlahan Gulaco bisa menjadi salah satu produk skincare terbaik di Indonesia,” katanya.

Dok. Gulaco
Dok. Gulaco

Isi waktu kosong dengan hal berguna

Jika memang sedang sibuk dan padat jadwalnya, hampir seharian Natasha bisa menghabiskan waktu untuk mengurus Gulaco. Namun jika sedang ada waktu kosong, ia memilih untuk menambah ilmu dengan mengikuti pelatihan-pelatihan atau kursus yang menunjang bisnisnya.

“Untuk menjadi pengusaha sukses dibutuhkan pemikiran yang kreatif dan inovasi terus menerus,” kata Natasha. Namun ia tidak pernah memaksakan untuk berpikir di saat kondisi di bawah tekanan karena akan percuma. Jika sedang buntu, maka Natasha akan mencari aktivitas yang dapat membuat diri menjadi tenang dan relaks. “Biasanya di saat kita merasa santai dan senang, ide pun bisa datang dengan sendirinya. Jangan lupa untuk melakukan riset sebanyak-banyaknya sebelum melakukan apapun,” kata Natasha.

Natasha mengambil pelajaran berharga dari bisnis yang ditekuni ini. “Penting untuk memiliki passion pada bidang yang sedang dikerjakan. Jadi ketika lelah, sakit, dan jenuh datang, tidak akan terasa. Semua bisa dilakukan selama kita percaya, yakin, dan mau mencoba untuk mengerjakannya,” ujar Natasha. (Hanum Fauzia)