Terseret Masalah Cinta Sesama Jenis, Misteri Pembunuhan Chef Fiky Akhirnya Terungkap


WowKeren
Kamis (10/2) lalu, warga sekitar digegerkan dengan penemuan mayat pria bersimbah darah di TPU Kober, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Belakangan diketahui bahwa korban merupakan warga sekitar bernama Fiky Firlana (23). Setelah melakukan penyelidikan, polisi pun berhasil meringkus dalang dan 2 eksekutor pembunuhan chef Fiky.

Dari penangkapan para pelaku, akhirnya terungkaplah misteri pembunuhan chef Fiky yang ternyata dilatarbelakangi rasa cemburu dari cinta segitiga. Wanita bernama Lelih Mawali (39) membayar dua eksekutor, Muhammad Yahya Lubis dan Doni Ramadhan untuk membunuh Fiky, lantaran cemburu karena korban memacari saksi HN, pujaan hatinya.

Ternyata chef Fiky terseret dalam masalah cinta sesama jenis antara tersangka dan saksi berinisial HN. Tersangka Lelih (perempuan) sudah mengenal HN (perempuan) selama 9 tahun. Namun belakangan Lelih mengetahui korban Fiky (laki-laki) berpacaran dengan HN pujaan hatinya.

“Tersangka LM cemburu terhadap korban FF, karena korban FF menjalin hubungan asmara atau berpacaran dengan saksi HN,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Zulpan kepada wartawan di Polres Jaksel, Senin (14/2).

“Yang mana pelaku LM ini memiliki hubungan spesial atau khusus dengan saksi HN, yang sudah berlangsung cukup lama. Pengakuannya 9 tahun, sehingga dengan adanya hubungan asmara antara pacar daripada Saudari LM ini–sebagai pelaku utama–yaitu Saudari HN yang kita jadikan saksi, dengan korban FF ini menimbulkan kecemburuan dari pelaku utama,” jelasnya.

“Adapun motif yang melatarbelakangi kejahatan ini di antaranya adalah bahwa pelaku utama Saudari LM ini diduga memiliki kelainan seksual, yaitu yang bersangkutan seorang lesbi,” sambungnya.

Polisi juga mengungkap bahwa aksi pembunuhan Fiky sudah direncanakan sejak bulan Januari lalu. Kedua eksekutor berinisial DR dan MYL juga sempat dua kali gagal membunuh Fiky.

“(Direncanakan sejak) Januari, tapi sudah mau dilaksanakan tidak berhasil, dua kali tidak berhasil. Ini yang ketiga yang berhasil,” ungkap Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi Susianto di Polres Metro Jakarta Selatan.

Budhi menjelaskan tersangka Lelih merencanakan pembunuhan kepada Fiky dengan bermacam cara. Dua kali sempat dicoba, namun gagal karena banyak saksi. Hingga kemudian tersangka MYL dan DR mengeksekusi korban pada Kamis (10/2) dini hari. Korban yang juga seorang chef itu tewas setelah ditusuk gunting.

“Ya intinya mau mencelakai korban dengan berbagai macam cara, cuma risikonya kok kayaknya nggak pas, banyak saksi. Pas terakhir ini yang sepi dan memungkinkan (untuk membunuh korban),” pungkas Budhi.

(wk/amel)

Leave a Reply

Your email address will not be published.