Sempat Jadi Misteri, Pengacara Minta Kasus Adam Deni Dibongkar


JawaPos.com – Sampai hari H sidang perdana kasus postingan dokumen elektronik tanpa izin, Herwanto selaku kuasa hukum Adam Deni, mengaku tidak tahu pasti permasalahan apa yang disangkakan kepada kliennya. Dia mengaku kasus ini cukup unik karena prosesnya sangat cepat dan terkesan misterius.

Herwanto menyatakan pihaknya tidak mendapatkan salinan BAP di kepolisian. Dia juga tidak mendapatkan dokumen apapun dari Kejaksaan untuk mengetahui secara pasti kasus apa yang sebenarnya menjerat kliennya.

“Belum, kita belum terima (salinan BAP). Tadi Jaksa saya telepon minta dakwaan plus turunannya secara keseluruhannya. Kita belum terima apa- apa ini. Belum tahu postingan yang mana. Yang kita tahu, Adam Deni dianggap memposting dokumen elektronik atau informasi elektronik, itu saja informasinya,” tutur Herwanto di PN Jakarta Utara Senin (7/3).

Dia mengakui sempat ada bayangan kasus yang membelit Adam Deni. Namun ia tidak mau secara terbuka bicara mengungkap dokumen elektronik dimaksud lantaran takut salah. Oleh karena itu, Herwanto meminta kasus ini dan dokumen elektronik yang dipermasalahkan untuk dibuka semuanya ke publik.

“Justru saya penginnya, dokumen apa ini ? Buka semuanya. Kalau ada pelanggaran hukum ya buka semua biar kita tahu. Kita ada gambaran tapi takutnya dokumen yang saya buka, eh ternyata bukan ini. Nanti saya yang juga bermasalah,” tuturnya.

Keinginan pihak kuasa hukum Adam Deni untuk mengetahui kasus yang sebenarnya terjadi juga harus tertunda hari ini. Pasalnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengaku belum siap untuk membacakan dakwaannya di hadapan majelis hakim PN Jakarta Utara.

Dyofa Yudistira mewakili JPU tidak menyiapkan dakwaan lantaran belum menerima surat penetapan dari Pengadilan Negeri Jakarta Utara terkait jadwal sidang. Bukan hanya belum menyiapkan berkas dakwaan, Jaksa juga tidak siap menghadirkan terdakwa Adam Deni baik secara langsung ataupun virtual.

“Kami tadi melakukan pengecekan di kantor kami, belum ada surat masuk terkait hari sidang Adam Deni hari ini. Jadi kami mohon persidangan kali ini, agenda pembacaan dakwaan bisa ditunda. Kami ke sini karena kebetulan ada sidang juga,” tutur Dyofa Yudistira.

Usai mendengar keterangan dari Jaksa, majelis hakim mengabulkan penundaan persidangan pada Senin pekan depan. Namun pemeriksaan identitas dari tim kuasa hukum Adam Deni, tetap dilakukan hari ini. Setelah pemeriksaan identitas selesai, sidang kemudian ditutup.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni selaku piham pelapor akhirnya bicara secara terbuka ke publik melalui podcast Deddy Corbuzier pada hari ini. Dia menyatakan, permasalahannya dengan Adam Deni diduga ada motif pemerasan dengan dia mengunggah dokumen elektronik bukti transaksi pembayaran pembelian sepeda tanpa izin di akun media sosialnya.

Menurut Ahmad Sahroni, dokumen tersebut bukan semata-mata transaksi dirinya. Ada juga transaksi dari orang lain. Namun seolah-olah dokumen itu dipersepsikan seperti milik dirinya secara keseluruhan oleh Adam Deni.

Menurut Ahmad Sahroni, dokumen elektronik itu diterima Adam Deni dari Olsen. “Dia (Olsen) ada bisnis jual beli sepeda sama gue. Diduga untuk tujuan memeras saya, Adam Deni dan Olsen,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.