PN Gresik Segera Menyidangkan Misteri Kematian Bocah Asal Driyorejo


JawaPos.com- Kasus tewasnya Saputra Fibriansyah, bocah asal Desa Petiken, Driyorejo, Gresik, memasuki babak baru. Pengadilan Negeri (PN) Gresik segera menyidang Rino Putra Firmansyah. Dia adalah rekan korban yang menjadi terdakwa.

Namun, dia didakwa karena kelalaiannya berkendara hingga mengakibatkan korban meregang nyawa. Bukan pembunuhan.

Rencananya, sidang di PN Gresik tersebut dijadwalkan pada Senin (21/2). Dalam berkas perkara Nomor 49/Pid.Sus/2022/PNGsk, Rino didakwa pasal 310 ayat 4 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Pemuda 19 tahun itu terancam hukuman maksimal 6 tahun penjara dan atau denda maksimal sebesar Rp 12 juta.

Pihak keluarga korban pun menghormati jalannya proses hukum. Meskipun, mereka masih merasa keberatan atas fakta-fakta dan kesimpulan berkas perkara tersebut. ’’Hasil otopsi lebih mengarah pada pembunuhan, tetapi dalam persidangan nanti masuk perkara lalu lintas,’’ jelas Sujiadi, ayah korban.

Dalam berkas tersebut, tertulis kondisi korban setelah dilakukan otopsi. Yakni, ditemukan luka robek pada dagu, darah dari mulut, hidung, dan telinga, lecet-lecet dan memar pada pelipis kanan dan dada. Serta, dijelaskan bahwa semua keadaan tersebut akibat benda tumpul. ’’Nah, kondisi yang memboncengkan (Rino, Red) berbanding terbalik. Sehat tanpa luka, ini kan aneh?’’ keluh pria 54 tahun itu.

Kuasa hukum keluarga korban, Rohmad Jazuli, tengah menyiapkan nota keberatan atas kasus kecelakaan misterius yang terjadi pada 12 September 2021 tersebut. Alasannya, terdapat beberapa hasil penyelidikan yang mengganjal sehingga menguntungkan pihak tersangka.

Leave a Reply

Your email address will not be published.