Misteri Keris Kuno yang Tersimpan di Museum Singhasari Malang : Okezone Nasional


MALANG – Sejumlah koleksi keris Kuno disimpan oleh Museum Singhasari yang ada di Kabupaten Malang. Keris – keris ini merupakan berasal dari Kerajaan Singasari hingga Kerajaan Majapahit yang masing-masing di antaranya konon memiliki tuah masing-masing.

Pamong Budaya Ahli Muda Museum Singhasari, Yossi Indra Hardyanto menuturkan, keris – keris yang disimpan di Museum Singhasari, berasal dari beberapa era mulai Singasari hingga Majapahit. Bahkan museum yang terletak di Perumahan Singhasari Residence Klampok Singosari, juga menyimpan keris yang pernah dimiliki oleh Gubernur Jawa Timur Soenandar Prijosoedarmo.



“Keris di Museum Singhasari ini ada beberapa tangguh, tangguh itu gaya keris, ada yang Tuban, ada yang Singasarian, ada yang dari Sumenep,” kata Yossi, saat ditemui di Museum Singhasari Malang.

BACA JUGA:Kisah Empu Supo Buat Keris dari Besi Sebesar Biji Asam Jawa, Bikin Kagum Sunan Kalijaga 

Beberapa keris kuno yang ada di ruang empat juga konon mempunyai kesaktian. Keris itu merupakan pemberian seseorang yang sengaja menitipkan dan menyimpannya di museum, karena takut disalahgunakan oleh keturunannya.

“Tidak ada lagi yang merawat, kedua pemilik keris ini takut kalau keturunannya ngaji pada barang yang salah, anggap punya energi maka dimintai rezeki, dimintai jodoh kan keliru,” ujarnya.

BACA JUGA:Keris Kyai Carubuk, Maha Karya Empu Supo yang Kalahkan Brongot Setan Kober Arya Penangsang 

Dari sekian koleksi keris yang ada, satu keris disebut Yossi begitu dijaga sekali oleh pihak museum. Keris Natah Emas ini yang disimpan di museum ini, konon memiliki tuah untuk pesugihan dan memperlancar rezeki.

“Kami juga punya keris natah emas, yang jadi koleksi kami paling kami jaga, karena keris ini menurut banyak sangat bertuah,” katanya.


“Dapat membantu usaha manusia, keris ini kami sebut keris Omyang Jimbe. Keris beruang karena bisa dimanfaatkan untuk kepentingan mendapat uang,” imbuhnya.

Menurutnya, selama berada di museum, keris – keris itu tidak pernah menimbulkan kejadian yang janggal. Bahkan beberapa pengakuan pekerja juga tak mendapati kejadian janggal dari energi dari keris – keris kuno yang ada.

“Di museum kami benda-benda pusaka tidak pernah ada masalah apa-apa, aman-aman saja, bahkan saat pegangan anak SD juga nggak apa-apa. Jadi jangan kami memberikan pemahaman, benda-benda sejarah ini bukan mistis, ini edukasi pendidikan, logis,” terangnya.

Dirinya menambahkan, penjelasan logis dan sesuai keilmuan diperlukan untuk menepis anggapan keris – keris ini memiliki penunggu jin. Mengingat keris juga merupakan sebuah mahakarya yang dibuat sedemikian rupa.

“Keris pemikiran orang-orang saat ini pasti ada jinnya. Kan kami di museum ini mencoba melihat sebagai sebuah mahakarya, itu karya. Kenapa keris ini bisa ditaruh di lemari bisa goyang-goyang. Karena itu mahakarya, berdiri karena dia senter seimbang bikinnya, bisa goyang-goyang karena dia magnetis, tanpa lipat itu jadi magnet. Memberikan penjelasan secara rasional,” paparnya.

Sayang dari beberapa keris yang ada di Museum Singhasari, pihak Museum belum melakukan penelitian lebih lanjut. Namun pihaknya berencana untuk melakukan kajian keilmuan mulai dari sisi arkeologis hingga kesejarahan.

“Kami punya dari Kerajaan Singasari, Majapahit kami punya, ada keris satu yang ada ukiran – ukiran tembusan itu yang belum tahu dari tahun kapan. Kelihatan kalau keris baru, keris lama kelihatan. Dari pori-pori batunya, dari bentuknya,” tuturnya.

“Akan kami kaji dari bidang keilmuan arkeologi dan kesejarahan. Terus pengkajian ini juga terkait lokasi penemuan, sehingga nanti bisa dikaitkan dengan sejarah,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.