6 Fakta di Balik Misteri Mayat Terikat Batu di Sumur Kulon Progo


Solo

Meski telah ditemukan secarik kertas berisi wasiat dalam Bahasa Jawa pada jasad Tuminem, polisi tidak serta-merta menyimpulkan perempuan 56 tahun itu tewas karena bunuh diri.

Tuminem ditemukan di dalam sumur di lahan kosong Dusun Gunung Kukusan, Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kulon Progo, DIY, Kamis (10/3/2022) sore. Saat ditemukan, mayat Tuminem terikat dengan tas berisi batu yang beratnya sekitar sepuluh kilogram.

Berikut 4 fakta yang dihimpun dari liputan jurnalis detikJateng di lapangan:

Berawal dari Niat Cuci Tangan

Penemuan mayat Tuminem berawal dari niat Legiyo, warga setempat, yang hendak mencuci tangan setelah mencari kayu bakar. Saat mengetahui ada mayat di dalam sumur itu, Legiyo segera memberitahu warga dan diteruskan ke polisi.

“Temuan ini dilaporkan ke Polsek Kokap dan diteruskan ke Polres Kulon Progo,” kata Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu I Nengah Jeffry, Kamis (10/3).

Ada Batu di Balik Mayat

Jeffry mengatakan, dari hasil pemeriksaan di TKP, polisi menemukan tas yang terikat pada mayat itu. “Tas itu berisi batu berdiameter 25 centimeter dengan berat kira-kira 10 kilogram,” ungkap Jeffry.

Mayat terikat tas isi batu di dalam sumur, Kokap, Kulon Progo, Kamis (10/3/2022).Mayat terikat tas isi batu di dalam sumur, Kokap, Kulon Progo, Kamis (10/3/2022). Foto: dok Polres Kulon Progo

Ponsel di Saku Pakaian

Semula, mayat di dalam sumur itu dikabarkan tanpa identitas. Namun, setelah melakukan pemeriksaan, polisi menemukan sejumlah bukti yang menjadi petunjuk dan dikuatkan oleh keterangan anak korban.

“Dari pemeriksaan ditemukan sepatu dan HP di saku korban (Tuminem). Lalu dicocokkan dan benar, ada anaknya yang membenarkan itu jenazah ibunya,” ujar Jeffry, Kamis (10/3).

Surat Wasiat Tulisan Tangan

Keesokan harinya, Jumat (11/3), polisi mengumumkan adanya secarik kertas pada jasad Tuminem.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, kami menemukan adanya surat wasiat di tubuh korban,” ungkap Jeffry kepada wartawan, Jumat (11/3).

Pesan Terakhir untuk Lek No

Surat wasiat itu ditujukan kepada seseorang yang disebut Lek No. Pesan dalam surat itu menyatakan bahwa si penulisnya berpamitan pergi kerja lagi. Si penulis juga meminta tolong agar tanah dan rumah itu dibagi adil untuk tiga orang. Surat itu juga merinci hal utang-piutang.

“Indikasi ke Arah Situ”

Atas temuan surat yang diduga wasiat dari korban itu, polisi pun melanjutkan proses penyelidikan.

Sejumlah dugaan terkait penyebab kematian korban pun mencuat. “Ada indikasi ke arah situ (bunuh diri), tapi masih kami dalami,” ucap Jeffry, Jumat (11/3).

Simak Video “Penemuan Mayat Membusuk Tanpa Kepala Gegerkan Warga Purwakarta
[Gambas:Video 20detik]
(dil/mbr)

Leave a Reply

Your email address will not be published.