Untuk tahu manfaat dan kerugian dari utang, kamu perlu mengenal utang baik dan utang jelek.

Terkadang kita berutang untuk membeli sesuatu dalam kehidupan. Karena ada kalanya kita tidak selalu punya uang tunai yang cukup. Walaupun setiap orang tentunya ingin membayar tunai jika memang mampu daripada harus berutang.

Tapi, yang perlu kamu tahu, utang tidak selalu buruk, lho! Ada juga yang disebut dengan utang baik. Seperti yang dipaparkan Prita H. Ghozie, dalam bukunya yang berjudul Menjadi Cantik, Gaya, & Tetap Kaya (2015) tentang utang baik dan utang buruk.

Utang Baik: Kredit Pemilikan Rumah dan Kredit Modal Usaha

Utang baik adalah utang yang membantu kamu memiliki barang yang nilanya akan terus meningkat. Contohnya adalah kredit pemilikan rumah. Karena tampaknya agak sulit membeli rumah secara tunai mengingat harganya yang selangit. Jika tidak dengan cara kredit, tentu kamu perlu waktu yang sangat lama untuk bisa punya rumah.

Dengan hanya mengandalkan cara menabung, akan sulit untuk mengejar kenaikan harga rumah yang terus melambung. Jadi, membeli rumah untuk kamu miliki walaupun dengan cara kredit termasuk utang baik. Mengingat kenaikan harga rumah dan tanah yang terus melesat cepat dari waktu ke waktu.

Selain untuk membeli rumah, yang termasuk utang baik adalah kredit modal usaha. Utang yang baik juga adalah utang yang dapat menghasilkan sesuatu yang produktif. Utang produktif dalam artian utang tersebut dapat digunakan untuk memberikan keuntungan tambahan atau investasi. Misalnya kamu berutang untuk membeli tanah dan membangun rumah kontrakan. Keuntungannya selain bisa membuatmu membayar cicilan utang tersebut, juga bisa untuk menambah penghasilan.

Terkadang, orang juga tidak punya modal yang cukup untuk memulai bisnis, sehingga harus berutang. Ketika kamu berutang untuk berbisnis juga bisa disebut utang yang baik. Karena dari bisnis tersebut kamu berupaya untuk meraih keuntungan, yang tidak hanya untuk membayar cicilan utang tapi untuk meningkatkan pendapatan di kemudian hari.

Namun, tidak semua utang produktif ini baik. Ketika kamu tidak mampu membayar cicilan dan biaya layanannya, utang produktif juga bisa menjadi utang jelek.

Next: Utang Jelek: Kartu Kredit