Optimisme mengejar peluang 81 miliar dolar AS untuk ekonomi digital di 2025, serta peluang dan tantangan startup di Indonesia.

Google Indonesia menggandeng Temasek beberapa waktu lalu, untuk merilis hasil riset bersama peluang di Asia Tenggara dari enam negara. Dengan tema “e-conomy SEA: Unlocking USD $ 200 Billion Opportunity in South East Asia”, acara yang diadakan pada Kamis (25/8/2016) di Fairmont Hotel, Jakarta, ini menghadirkan Tony Keusgen, Managing Director Google Indonesia, serta tiga pemain startup ternama Indonesia.

Dalam pemamparannya, Tony mengatakan, peluang yang didapatkan dari besarnya penetrasi online di Indonesia. Menurutnya, di seluruh Asia Tenggara, kenaikan pengguna Internet diprediksi akan menjadi 480 juta pengguna pada 2020. Dampak tersebut tentu saja akan berpengaruh terhadap pasarĀ online di Asia Tenggara.

“Dari 200 miliar dolar AS peluang yang terjadi, Indonesia diprediksi dapat menghasilkan hingga 81 miliar pada 2025. Tentu peluang tersebut masih lebih besar bisa didapatkan jika kelima hal yang esensial bisa diperbaiki dan ditingkatkan,” ujar Tony. Kelima hal tersebut ialah talent/engineering, mekanisme pembayaran, infrastruktur Internet, infrastruktur logistik, dan kepercayaan pelanggan.

Selain itu, diprediksi Indonesia akan kebanjiran 2000 startup hingga akhir 2016. Dengan sebanyak 28 persen pendanaan seri A+, akan diterima Indonesia. Berbeda 1 persen untuk hal serupa, dengan yang didapatkan oleh Singapura.

“Perkembangan startup akan semakin tinggi ke depan. Dengan potensi negara Indonesia yang masih mempunyai banyak permasalahan, tentu menjadikan peluang bagi banyak startup untuk dapat menyelesaikan berbagai masalah tersebut,” kata Tony.

Baca halaman selanjutnya: Peluang dan tantangan membangun startup…