Konflik bisa hadir dari mana saja 

Perbedaan dalam kelompok pastinya juga kerap terjadi. Ini biasanya karena perbedaan cara pandang, kultur, ataupun hal-hal lainnya. Namun demikian jika dibiarkan, bisa menimbulkan konflik yang berujung bubarnya tim atau kelompok tersebut.

“Penting mengenal kultur dan sifat asal masing-masing anggota. Supaya mereka bisa tahu dan menghormati satu sama lain. Bahkan tercipta harmonisasi, karena mereka sudah mengenali masing-masing,” tukas Reno.

Di sisi lain, seorang pemimpin kelompok juga harus bisa melihat hal-hal yang berpotensi merusak hubungan antar anggota. Jika pemimpin kurang peka, maka akan berbahaya sekali terhadap keberlangsungan tim tersebut.

Kepemimpinan yang baik pengaruhi berhasilnya startup

Mereka yang menjadi wirausahawan atau pendiri startup, memang biasanya dituntut mampu membangun karakter tim, meskipun anggotanya terdiri dari macam-macam kadar emosional diri dan asal kultur berbeda.

Jika pemimpin tersebut berhasil menyatukannya, maka ia akan dianggap berhasil dalam membina hubungan antar anggota tim. Dampak positifnya tentu saja, startup yang dibangun tidak akan mudah runtuh begitu saja.

Kalau seorang pemimpin bisa menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di kelompoknya, bukan hanya berarti ia berhasil membangun teamwork solid, ia juga berpotensi meningkatkan kesuksesan produk atau jasanya ke arah lebih signifikan. (AP/DI)

Keterangan: Hitsss.com adalah mitra media resmi untuk acara Meetup Startup Lokal, bekerja sama dengan komunitas Startup Lokal.