Internet telah mengubah hidup banyak orang. Mereka yang tadinya bukan siapa-siapa, mendadak bisa terkenal melalui internet. Ketika ingin melakukan sesuatu tapi tidak tahu caranya, orang terlebih dulu bertanya ke mesin pencari seperti Google dengan mengetik kata kunci yang sesuai.

Putri Silalahi, Head of Communications Consumer Google and Youtube Indonesia, dalam sesi IDEATalks bertema “How Google Change The World?” di IDEAFest 2015, memaparkan bahwa semakin hari kebiasaan orang mencari informasi di Google seperti berbicara kepada teman sendiri.

“Cara orang-orang bertanya ke Google sekarang lebih menggunakan kalimat yang panjang, seperti bertanya kepada orang dekat. Ini membuktikan bahwa mereka merasa Google adalah sesuatu yang sangat dekat dengan mereka,” kata Putri.

Lebih lanjut Putri memberikan contoh unik ketika Konferensi Asia-Afrika (KAA) berlangsung. “Ternyata yang paling banyak dicari di Google bukan tentang siapa yang hadir, atau bagaimana acara berlangsung, tapi mengenai penutupan jalan. Mereka mencari jalan mana saja yang ditutup akibat KAA. Mereka mencari informasi yang memengaruhi mereka secara personal,” jelas Putri.

Karena kedekatan itulah, masyarakat umumnya tidak terlalu peduli mengenai sesuatu yang berjarak dengan dirinya, dan yang tidak punya pengaruh langsung ataupun signifikan terhadap kegiatan yang dijalani dan kehidupan sehari-harinya.

Orang-orang terbiasa mengalami micro moment. Micro moment itu sendiri adalah momen mobile yang membutuhkan informasi cepat dan sekilas, yang dibutuhkan segera untuk mengambil tindakan. Dengan mencarinya di Google, mereka merasa mendapat jawaban atas situasi yang sedang dialaminya.

Contoh ketika bulan April 2015 lalu, di Google Trend yang menjadi trending adalah “Doa untuk ujian nasional”. Hal itu berlangsung sekitar jam 4 sampai jam 6 pagi, yang berarti beberapa saat sebelum ujian berlangsung.

“Kenapa trending? Tentu mereka bukannya tidak tahu cara berdoa, tapi mereka berharap mendapatkan hasil terbaik untuk ujian mereka. Karena itu bahkan sebelum berdoa, mereka mencarinya terlebih dulu di Google,” lanjut Putri.

Putri pun mengungkapkan beberapa tip untuk kamu yang ingin menjadi pemenang di internet. Cocok untuk kamu yang mau memperkenalkan bisnis, startup, atau diri sendiri secara personal kepada dunia yang lebih luas. Simak yuk!

Putri Silalahi (Head of Communications Consumer Google & Youtube Indonesia) di acara IDEAFest 2015 dalam IDEATalks sesi "How Google Change Our World" di Jakarta Convention Centre, Jumat (7/8) (Foto: Aprillia Ramadhina / Hitsss.com)
Putri Silalahi (Head of Communications Consumer Google & Youtube Indonesia) di acara IDEAFest 2015 dalam IDEATalks sesi “How Google Change Our World” di Jakarta Convention Centre, Jumat (7/8) (Foto: Aprillia Ramadhina / Hitsss.com)

Being real is in

Banyak bintang Youtube yang lebih dicari di internet, dibanding bintang Hollywood itu sendiri. “When you go to Youtube, you go for ‘you’,” ujar Putri.

Bintang Youtube menjadi ramai ditonton, karena memiliki sifat dan karakter yang serupa dengan orang biasa. Itulah mengapa Bayu Skak banyak penontonnya. Masyarakat seperti menonton temannya sendiri, atau seperti menonton dirinya sendiri. Sosok Youtuber tidak berjarak jauh, selayaknya bintang Hollywood yang memiliki perbedaan terlalu mencolok dibanding masyarakat pada umumnya.

Ubah format yang biasa

Untuk bisa menjadi pemenang di internet, kamu harus mengubah format yang sudah usang, bahkan jika perlu tanpa format. Kamu hanya punya waktu tiga detik untuk bisa mengambil atensi penonton. Tiga detik adalah waktu rata-rata orang untuk menentukan apakah yang ia tonton menarik atau tidak.

Jika dalam waktu tersebut kamu dianggap tidak menarik, mereka dengan mudahnya akan menggantinya. Scroll, move, skip. Itu kebiasaan orang ketika berselancar di internet. Itu juga yang menginspirasi para pembuat iklan. Untuk bisa menggaet banyak penonton, bukan selebritas yang dibutuhkan sebuah iklan, tapi kreativitas.

Maksimalkan teknologi yang kamu punya

Menggunakan ponsel pintar telah membuka banyak pintu. Kamu bisa menaruh bisnis apapun di internet. Google sendiri memiliki fitur Google Bisnisku. Untuk kamu yang baru mulai bisnis, dan tidak punya situs sendiri, kamu bisa taruh informasi bisnismu di sini.

Kamu bisa mendaftarkan keperluan bisnismu dengan gratis, seperti foto, alamat, kontak, dan lainnya, jadi semacam micro web. Kamu bisa pindahkan info di blog kamu ke sini. Putri mencontohkan, ada seorang tukang duplikat kunci di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta, yang memiliki kios tidak strategis. Awalnya ia menaruh informasi di Blogspot, setelah itu ia mulai menaruhnya di Google Bisnisku. Ketika orang mengetik ‘duplikat kunci di Benhil’, otomatis usaha miliknyalah yang muncul duluan. Jadi, ada banyak cara yang bisa kamu lakukan agar bisnismu bisa ‘kelihatan’.

Gagal itu oke saja

Jika kamu sudah membuat konten, bagikan konten kamu dengan rajin, agar banyak dilihat orang. Jika belum berhasil, lakukan terus sampai banyak yang melihat.

Putri mencontohkan lagu Let It Go yang menjadi soundtrack-nya film animasi Frozen, yang pada awalnya sempat gagal ketika diluncurkan di radio. Dua minggu kemudian, lagu ini menempati posisi nomor satu.

“Ketika radio tidak memuaskan, mereka taruh di Youtube dan mendapat perhatian banyak orang. Kemudian orang-orang membuat cover dari lagu itu, dari anak kecil sampai orang dewasa meng-cover lagu itu. Hingga kini lagu Let It Go melekat di kepala banyak orang,” jelas Putri.

Tanpa promosi yang baik, lagu Let It Go mungkin hanya akan tenggelam begitu saja. Jadi, jangan terlalu takabur, merasa kamu punya produk yang keren, lalu kamu jadi berpangku tangan begitu saja. Sesuatu yang keren, akan lebih diketahui jika dipromosikan dengan baik.

“Untuk dapat perhatian banyak orang, kamu bisa gunakan berbagai rencana. Jika rencana satu gagal, laksanakan rencana lainnya. Internet membuka kesempatan sebesar-besarnya untuk itu. Kamu hanya perlu konsisten untuk membangun penonton kamu, jangan sekali gagal sebagai Youtuber terus ngambek sama internet,” ujar Putri. (AR)