Bepergian jauh bagi para pekerja kreatif tidak hanya mengurangi stres, dan memberikan sensasi pengalaman baru, tapi juga meningkatkan kreativitas.

Sebagai pekerja kreatif, kamu dituntut untuk selalu kreatif, menghasilkan ide-ide segar yang tidak biasa. Akan tetapi, ada kalanya kamu mungkin merasa buntu dan kehabisan ide. Jika sudah begitu, traveling adalah jawabannya. Berikut ini alasan mengapa pekerja kreatif harus sering bepergian jauh menurut para ahli.

 
Meningkatkan Fleksibilitas Kognitif (Cognitive Flexibility)

Perjalanan rekreasi selain bisa mengurangi stres yang dialami dan membangkitkan perasaan positif, bisa juga meningkatkan kreativitas.  Dr. Simone Ritter, Psikolog Sosial dan Asisten Profesor di Radboud University Nijmegen, Belanda beserta rekan-rekannya meneliti 46 pekerja sebelum dan sesudah mereka pergi berlibur. Hal yang dinilai adalah mulai dari beban kerja, tujuan liburan dan pengaruh positif yang didapatkan. Hasilnya, terlihat adanya peningkatan fleksibilitas kognitif (cognitive flexibility) pada pekerja yang pergi berlibur.

Hal ini juga sejalan dengan yang diutarakan oleh Adam Galinsky, Profesor di Columbia Business School. Menurutnya, pengalaman menjelajah negara yang asing meningkatkan fleksibilitas kognitif dan kedalaman berpikir.

Felskibilitas kognitif atau cognitive flexibility adalah kemampuan otak untuk lompat di antara ide-ide yang berbeda, yang menjadi komponen kunci kreativitas. “Tapi ini bukan hanya tentang sekadar pergi ke luar negeri, tapi juga tentang keterlibatan dengan budaya lokal dan beradaptasi di sana,” ujar Galinsky.

Ia pun membuat penelitian bersama tiga orang rekan peneliti lainnya tentang kaitan antara pengalaman ke luar negeri dari Creative Director di rumah mode dengan inovasi kreatif yang mereka lakukan. Dalam penelitian yang dipublikasikan di Academy of Management Journal, mereka pun meneliti pengalaman dari Creative Director di 270 rumah mode (fashion house) kelas atas. Hasilnya, peneliti menemukan korelasi antara waktu yang mereka habiskan di luar negeri dengan output kreatif. Mereka lebih konsisten memproduksi fashion line yang lebih kreatif dibanding Creative Director yang tidak pernah traveling ke luar negeri.

Next: Merevitalisasi Pikiran