Makers Market 2016 yang digelar oleh MarketPlays, ditujukan untuk mengapresiasikan kekayaan craftsmanship lokal, dan mengedukasi masyarakat mengenai identitas dan nilai di balik hasil karya lokal.

Dengan tujuan mengapresiasi para pengembang brand lokal dan crafter Indonesia, Makers Market 2016 pun digelar sebagai sebuah acara pop-up bazar selama tiga hari. Mulai dari 26-28 Agustus 2016, bertempat di Grand Shopping Town West Mall lantai 5, Jakarta.

Tidak hanya memperkenalkan produk lokal, MakersMarket 2016 juga menjadi arena ‘bermain’ para pelaku industri kreatif, dengan mempertunjukkan produk-produk unik dan berkualitas yang mereka kreasikan. Khususnya produk berbahan dasar kulit, kayu, keramik, natural dye, serta beberapa produk kreatif modern Indonesia lainnya.

Dok. Cynthia Maretha / Hitsss.com
Dok. Cynthia Maretha / Hitsss.com

Dalam acara pembukaan dan konferensi pers Makers Markets 2016, yang digelar Jumat (26/8/2016), hadir tiga orang pembicara, yakni Ivan John selaku Chief Executive Officer (CEO) dari MarketPlays, platform online yang menyebut dirinya ‘Home of Indonesian craftsmanship and urban lifestyle goods’ sebagai perwakilan penyelenggara acara, bersama dua pembicara lain, yaitu Marshall Utoyo selaku Co-Founder Fabelio, dan Dr. Hari Sungkari selaku Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf).

Berkomentar soal potensi industri kreatif saat ini, Hari Sungkari mengatakan bahwa, “Banyak industri kreatif, seperti kreasi game Pokemon Go pun termasuk, desain produk, mode, fotografi, kuliner, musik, penerbitan buku, iklan radio, televisi, itu termasuk ke dalam industri kreatif. Yang penting terbentuknya ekosistem produksi, distribusi dan konsumen, dan kita semuanya harus menggunakan produk Indonesia juga”.

Baca halaman selanjutnya: Dari ajang Makers Market 2016 ini diharapkan…