Kegemaran para pembaca komik dan semangat komikus lokal untuk berkarya kembali menemukan tempatnya yang kondusif, di platform digital Line Webtoon.

Salah satu kultur populer yang terus bertahan hingga kini, adalah komik. Ini disebabkan komik adalah medium yang dinamis, dan bisa mengikuti aneka perkembangan zaman.

Namun sayangnya, peminat komik versi cetak bisa dibilang semakin menurun. Namun di era digital ini, bermunculan platform-platform baru untuk para komikus dan pencinta komik, seperti halnya Line Webtoon.

Pertama kali diluncurkan di Korea, Line Webtoon mendapatkan respons positif dan basis pembaca kuat, dari para penggemar komik di Korea Selatan. Lalu, pasar Indonesia yang potensial pun turut dilirik. Memang mulanya Line Webtoon masuk ke Indonesia, melalui pembaca setia komik-komik asal negeri gingseng tersebut.

Lama-kelamaan banyak kreator komik ingin memasukkan karya mereka ke dalam Line Webtoon. Akhirnya, Indonesia menjadi pangsa pasar paling besar untuk Line Webtoon.

Kini, ada sekitar enam juta pembaca Indonesia yang aktif di Line Webtoon. Dengan 36 judul komik lokal, yaitu 11 tamat dan 25 on-going.

Sebab animo pembaca Line Webtoon di Indonesia sangat besar, inilah yang membuat Line mendatangkan Founder Webtoon, Kim Jun-koo, ditemani oleh kreator komik Lookism, Park Taejun, dan komikus lokal, Archie theRedCat, yang membuat komik Eggnoid, pada ajang diskusi di Popcon Asia 2016 di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Baca halaman selanjutnya: Dukung talenta komikus lokal…