Presiden UEFA: Barcelona, Real Madrid & Juventus Kayak Kaum Bumi Datar!


Presiden UEFA, Aleksander Ceferin mengecam Barcelona, Real Madrid dan Juventus atas usaha mereka yang terus-menerus mengupayakan Liga Super Eropa bergulir, membandingkan mereka dengan dengan kaum bumi datar.

Sebanyak 12 klub top Eropa — dipimpin oleh presiden Real Madrid Florentino Perez — mengumumkan pada April 2021 bahwa mereka hendak membentuk Liga Super baru dan memisahkan diri dari kompetisi Liga Champions yang sudah lama bergulir.

Setelah muncul reaksi pertentangan kuat dari fans, federasi dan pemerintah, agenda tersebut gagal terwujud, dengan enam klub Liga Primer Inggris ditambah Inter Milan, AC Milan dan Atletico Madrid mengundurkan diri.

Bulan lalu, pengadilan di Madrid menolak tawaran dari UEFA agar hakim yang memberikan perlindungan terhadap status Liga Super dicoret dari kasus tersebut, namun Ceferin bersikeras bahwa ide membentu kompetisi baru tersebut tidak bakal terwujud.

“Saya tidak punya masalah dengan mereka [Barcelona, Madrid dan Juventus],” kata Ceferin kepada Le Journal du Dimanche. “Tetapi setelah mereka menikam saya dan UEFA, saya pikir sekarang terserah mereka untuk berkomunikasi.”

“Dengan cara pandang yang sama terhadap keyakinan bahwa bumi ini datar, mereka masih menganggap Liga Super itu ada. Pada saat yang sama, mereka adalah yang pertama mendaftar untuk bermain di Liga Champions musim ini.”

“Agak aneh. Tapi jika mereka meminta pertemuan, saya akan menemui mereka. Tidak ada masalah pribadi di balik konflik ini. Tapi satu-satunya hal yang kami dengar dari mereka adalah tuntutan hukum yang tidak memiliki tempat. Mereka mencoba memberikan tekanan di mana-mana.”

“Tidak ada yang menginginkannya [Liga Super] kecuali beberapa orang yang berpikir bahwa sepakbola adalah tentang uang.”

Ceferin juga mengkritik proposal FIFA untuk Piala Dunia dua tahunan dengan badan induk sepakbola dunia itu berencana mengadakan kompetisi untuk pria dan wanita setiap dua tahun, bukannya empat.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

“Saya yakin itu tidak akan terjadi karena itu benar-benar omong kosong,” tambah Ceferin. “Ini adalah proyek populis yang akan menghancurkan sepakbola. Itu bertentangan dengan semua prinsip olahraga kami. Ini tidak hanya buruk bagi Eropa.”

“Sungguh luar biasa bahwa sebuah organisasi sepakbola dapat mengusulkan agar para pemain, yang sudah menanggung beban terlalu berat, memainkan turnamen selama sebulan setiap musim panas.”

“Bayangkan juga seberapa besar hal itu akan menghancurkan sepakbola wanita? Saya tidak yakin mereka mengerti tapi saya yakin mereka mendengar penolakan dari penggemar, otoritas, pemerintah, Uni Eropa.”

Leave a Reply

Your email address will not be published.