Cemerlangnya Sandro Tonali di AC Milan, Replikasi Pirlo dan Kecerdasan Ricky Massara


TRIBUNNEWS.COM – Sepakbola Italia, punya pendekatan berbeda dalam menggambarkan pemain.

Alih-alih menyesuaikan nama dengan posisi, pemain diidentifikasi sesuai dengan role atau peran khas Italia.

Italia tidak mengenal istilah playmaker, tetapi regista (sutradara), atau nomor 10, melainkan Teraquartista (Tiga Perempat lapangan), box to box Midfielder tetapi Mediano.

Mediano, selalu dekat dengan dua hal : gelandang tanpa bakat dan AC Milan.

Dan di AC Milan, tradisi ini tidak terhenti dengan banyak perubahan dalam diri Sandro Tonali.

Rekan setim mengucapkan selamat kepada gelandang AC Milan asal Italia Sandro Tonali setelah mencetak gol kedua tim selama pertandingan sepak bola Serie A Italia Atalanta Bergamo versus AC Milan di Stadion Gewiss (Stadio di Bergamo) di kota utara Bergamo pada 3 Oktober 2021.
Rekan setim mengucapkan selamat kepada gelandang AC Milan asal Italia Sandro Tonali setelah mencetak gol kedua tim selama pertandingan sepak bola Serie A Italia Atalanta Bergamo versus AC Milan di Stadion Gewiss (Stadio di Bergamo) di kota utara Bergamo pada 3 Oktober 2021. (MIGUEL MEDINA / AFP)

Baca juga: Ambisi Pierre Kalulu di AC Milan, Kejelian Moncada, Pujian Theo Hernandez dan Keyakinan Maldini

Baca juga: Fakta Kemenangan Manchester United atas Brighton, Fenomena Ronaldo, Peran Bruno Fernandes dan Pogba

Mediano muncul di era 70-an, dengan Romeo Benetti menjadi standar untuk posisi ini.

Badannya kekar, permainannya cukup brutal di lini tengah, dan kerap berfungsi untuk menjaga teraquartista lawan.

Lalu ada Giovanni Lodetti yang berfungsi menjaga Gianni Rivera dari gangguan pemain bertahan lawan.

Perubahan besar terjadi ketika Giovanni Trappatoni muncul, ia tidak menjaga lawan dengan ketat, tetapi mencegah lawan mendapatkan bola sekaligus mendistribusikannya ke lini depan.

Francobollatore adalah varian mediano untuk tipikal Trappatoni, dan dalam diri Sandro Tonali, Pioli mengubhanya jadi teraquartista menjadi mediano.

Menghadapi Cagliari, tentu highlight terbaiknya adalah ketika sepakan bebas indahnya pada menit ke-11 dan kreator gol pertama Giroud.

Leave a Reply

Your email address will not be published.