5 Pemain yang Seharusnya Tak Pernah Dijual AC Milan, Nomor 1 Mesin Gol : Okezone Bola


5 pemain yang seharusnya tak pernah dijual AC Milan menarik untuk dikulik. Sebab, kehadiran sederet pemain ini sebenarnya sangat penting di skuad AC Milan karena bisa memberi kontribusi besar.

Ya, kiprah sejumah pemain AC Milan memang kerap menarik minat lebih dari tim-tim elite Eropa. Tak ayal, mereka berusaha membajak pemain-pemain itu kala bursa transfer dibuka. Seperti yang dilakukan PSG dengan membajak kiper muda andalan Milan, Gianluigi Donnarumma, pada musim panas 2021.


BACA JUGA: Sikat Lazio dan Lolos ke Semifinal, AC Milan Ingin Juarai Coppa Italia 2021-2022

Namun, ada sejumlah keputusan Milan yang dianggap salah dalam melepas pemain. Sebab, performa pemain-pemain ini dinilai masih ciamik di skuad. Siapa saja mereka? Sebagaimana dilansir Sportskeeda, berikut 5 pemain yang seharusnya tak pernah dijual AC Milan.

BACA JUGA: 5 Calon Klub Sadio Mane Setelah Tinggalkan Liverpool, Nomor 1 Musuh Bebuyutan The Reds!

5. Manuel Locatelli

Manuel Locatelli

Salah satunya ialah Manuel Locatelli. Dia dipromosikan ke tim senior AC Milan pada 2015. Namun, gelandang asal Italia itu tidak pernah menunjukkan permainan yang bagus untuk membuktikan dirinya. Dalam empat musim bersama Milan, Locatelli hanya membuat 61 penampilan dengan mencetak 2 gol dan membuat 1 assist.

Gaya permainan Locatelli sangat mirip dengan idolanya, Andrea Pirlo. Dia mendikte permainan dari lini tengah. Pemain berusia 24 tahun itu dinilai serbabisa dan dapat beradaptasi dengan situasi yang berbeda.

Dengan kualitas tersebut, banyak tim yang terpikat dengan Locatelli. Dia pun meninggalkan Milan untuk bermain bersama Sassuolo dengan status pinjaman pada 2018 demi mencari waktu bermain. Kepindahan tersebut menjadi permanen pada musim berikutnya.

Kinerjanya pun terus meningkat sekarang sehingga pemain asal Italia itu berada di Juventus dengan status pinjaman saat ini. Di Sassuolo, Locatelli mencetak 7 gol dan mencatatkan 11 assist dalam 99 penampilan di semua kompetisi. Meskipun kesepakatan pinjaman di Juventus, mengingat bakat dan potensi yang luar biasa, dia bisa saja dipermanen.

4. Pierre-Emerick Aubameyang

Pierre-Emerick Aubameyang

Kemudian, ada nama Pierre-Emerick Aubameyang. Tidak banyak yang tahu bahwa Pierre-Emerick Aubameyang pernah menjadi pemain AC Milan. Dia bergabung dengan akademi pemuda klub Serie A dan dipinjamkan ke beberapa klub untuk mendapatkan lebih banyak pengalaman.

Sayangnya, penyerang asal Gabon itu tidak pernah benar-benar mendapat kesempatan bermain untuk tim senior. Aubameyang kemudian dipinjamkan dan dijual ke Saint-Etienne pada 2011. Di sana, dia mulai menarik lebih banyak minat dari klub lain.

Aubameyang sukses mencetak 41 gol dan mencatatkan 25 assist dalam 97 penampilan. Dia pun kemudian bergabung dengan Borussia Dortmund pada 2013 dan menjadi pemain hebat di depan gawang.

Setelah memiliki waktu yang luar biasa dengan Dortmund dengan mencetak 141 gol dalam 213 penampilan, Aubameyang bergabung dengan Arsenal pada 2016. Dia tampil brilian sebelum bergabung dengan Barcelona pada musim dingin 2022. Mengingat Milan harus berjuang keras di depan gawang selama beberapa tahun terakhir, penjualan Aubameyang dinilai salah langkah.

3. Leonardo Bonucci

Leonardo Bonucci

Nama lainnya ialah Leonardo Bonucci. AC Milan secara historis memiliki beberapa bek yang luar biasa di tim mereka. Mereka mengontrak Leonardo Bonucci dari Juventus pada 2017 usai tampil mengesankan di sana.

Dengan pengalaman besar, bek tengah veteran itu diharapkan memimpin lini belakang Milan. Sayangnya, itu tidak terjadi karena Bonucci berjuang lebih besar untuk bermain di Milan. Usai beberapa kali menampilkan kinerja buruk, Bonucci mulai kehabisan dukungan.

Seandainya Milan lebih banyak bersabar, kondisi Bonucci mungkin bisa berbeda. Bonucci pergi setelah satu musim, membuat 51 penampilan untuk Milan di semua kompetisi.

Bonucci kemdian bergabung kembali dengan Juventus pada 2018 dan kembali sukses. Dia membantu tim memenangkan Serie A dua kali. Ini tentunya menjadikan keputusan yang disesalkan bagi Milan.

2. Thiago Silva

Thiago Silva

Thiago Silva juga jadi salah satu pemain yang seharusnya tak dilepas AC Milan. Thiago Silva didatangkan AC Milan dari Fluminese pada 2009. Di bawah asuhan Carlo Ancelotti dan bimbingan Paolo Maldini, pemain Brasil itu tumbuh menjadi bek yang bagus.

Tekel cerdas dan kemampuan udaranya yang luar biasa sangat berguna bagi Milan. Dia membuat 119 penampilan untuk klub di semua kompetisi, memenangkan masing-masing satu gelar Serie A dan Supercoppa Italiana dalam tiga musim.

Silva kemudian mendapat banyak pengakuan dari dunia sepakbola Eropa. Dia menarik minat beberapa klub top Eropa. Paris-Saint Germain kemudian berhasil merekrutnya pada 2012. Dia memenangkan 7 gelar Ligue 1 dan berakhir sebagai runner-up di Liga Champions 2019-2020.

Kini, Silva tampil gemilang di Chelsea. Jika Silva tetap bersama Milan, dia akan membuat banyak perbedaan untuk klub.

1. Zlatan Ibrahimovic

Zlatan Ibrahimovic

Terakhir, ada nama Zlatan Ibrahimovic. Dia telah bermain untuk sejumlah klub top Eropa dan tentu saja sebagian besar bersama klub di Liga Italia. Setelah berselisih dengan manajer Barcelona, Josep Guardiola, striker asal Swedia itu bergabung dengan AC Milan dengan status pinjaman pada 2010.

Ibrahimovic kemudian membantu Milan menjadi juara di Serie A. Kemudian, dia pun ditandatangani secara permanen pada musim berikutnya. Pada musim keduanya bersama Milan, Ibrahimovic mencetak 28 gol dalam 32 penampilan, menyelesaikan musim sebagai pencetak gol terbanyak liga.

Anehnya, Milan memilih untuk menjual superstar asal Swedia itu ke PSG pada 2012. Itu jadi langkah mengejutkan, mengingat betapa pentingnya Ibrahimovic bagi tim. Sejak itu, Milan pun gagal memenangkan liga karena kehilangan sosok yang sudah menjadi mesin gol tim.

Di PSG, Ibrahimovic mencetak 156 gol dalam 180 penampilan di semua kompetisi. Namun, nasib Milan berbeda dalam kasus Ibrahimovic. Sebab, mereka sukses menggaet sang pemain lagi pada musim dingin 2020. Dia kini masih bekerja dengan baik dengan klub, meski usianya sudah tak muda lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.