“Liverpool Makmur, Tapi Kalau Belanja Tak Ngawur!” – Jurgen Klopp Soal Kebijakan Transfer Liverpool


Jurgen Klopp menegaskan bahwa Liverpool bukan klub pelit atau pun tidak punya duit. Melainkan, manajer asal Jerman itu mengatakan bahwa klub yang ia tukangi adalah klub yang makmur, namun tidak ngawur dalam belanja pemain sampai jor-joran.

The Reds punya reputasi bagus dalam perekrutan pemain. Mereka mampu menghadirkan pemain dengan harga dan kontribusi yang sepadan. Bahkan, kadang Liverpool bisa memoles pemain dengan harga di bawah pasaran, menjadi pemain jempolan.

Luis Diaz direkrut dengan nilai awal £37.4 juta, tapi penampilannya di kompetisi Inggris yang dikenal keras nampak menjanjikan, terlihat dari laga kontra Cardiff City dan kemudian Leicester City. Sementara pembelian di masa lalu, sudah pasti Mohamed Salah dan Sadio Mane adalah kesuksesan yang terbantahkan.

Kini, Diogo Jota juga mulai memperlihatkan bahwa ia lebih bernilai dari uang dikeluarkan Liverpool. Klopp menegaskan bahwa semua yang dilakukan Liverpool dalam perekrutan pemain tidak ada yang spesial, hanya tepat sasaran.

“Tidak ada kuncinya, saya rasa tidak, selain memiliki beberapa orang pintar di posisi yang tepat, tetapi saya cukup yakin tim lain juga memilikinya. Jadi pertama dan terpenting, saya cukup yakin perekrutan ini akan sukses dengan Luis, tetapi kita tidak boleh menilai dia setelah satu pertandingan. Kita seharusnya tidak memuji perekrutan, tetapi saya tahu apa yang Anda maksud,” ucapnya dikutip Liverpool Echo, menanggapi potensi Diaz yang bisa jadi kisah transfer sukses Liverpool berikutnya.

“Jadi para pemain yang kami bawa tidak ada tawar-menawar yang nyata. Bukan karena Alisson tidak mahal. Oke, saya pikir hari ini semua orang akan berkata: ‘ya, itu adalah harga terendah yang akan saya bayar untuknya jika saya tahu begitu bagusnya dia’.

“Itu mirip dengan Virgil van Dijk, lalu kami mendatangkan Fabinho, Naby Keita, Sadio Mane, Mo Salah… begitu banyak pemain,” urai eks manajer Borussia Dortmund itu.

Menurut Klopp, jika pemain yang didatangkan sulit sukses karena cedera atau hal lain di luar kemampuan dirinya di lapangan, maka tidak bisa dibilang gagal. Lalu, dirinya juga memastikan bahwa kekuatan finansial tidak bisa dihubungkan dengan bagaimana Liverpool menghindari perekrutan dengan harga terlalu tinggi. Selain itu, klub juga harus pintar menjual pemain untuk modal mendatangkan pemain baru.

“Tidak ada rahasia di sini, tetapi situasi kami di klub ini adalah, bahwa transfer kami harus berjalan lancar karena kami tidak dapat melakukan penandatanganan £40 juta atau £50 juta dan mengatakan bahwa jika mereka tidak bermain maka itu tidak benar. Ini penting.”

“Ini adalah klub makmur, tidak ada masalah di sini, tetapi kebijakannya jelas; kami membelanjakan apa yang kami peroleh… Jika kami menghasilkan lebih banyak, kami dapat membelanjakan lebih banyak, dan jika kami berpenghasilan lebih sedikit, kami membelanjakan lebih sedikit.”

Artikel dilanjutkan di bawah ini

“Bukannya kami tidak bisa melakukan apa pun [jika kami tidak mendapatkan apa-apa], tetapi bagi kami sangat penting bahwa kami harus melakukan hal yang benar-benar benar.”

“Kami harus memikirkannya sekali, dua kali, tiga kali, empat kali dan jika kami harus memikirkannya untuk kelima kalinya, mungkin saja pemain pergi ke klub lain, dan kami tidak bisa mengubahnya [gagal rekrut].”

Leave a Reply

Your email address will not be published.