Kesulitan Latih Tottenham Hotspur, Antonio Conte: Beda Jauh dengan Inter Milan : Okezone Bola


LONDON – Pelatih Tottenham Hotspur, Antonio Conte mengakui bahwa melatih The Lilywhites sangatlah sulit apalagi harus memberikan tim tersebut gelar juara di musim perdananya menangani mereka. Ia pun membandingkan dengan Inter Milan, di mana ia tak mengalami kesulitan karena memang sudah diberikan skuad yang bisa bersaing merebut gelar juara.

Seperti yang diketahui, Conte saat ini tengah dihadapkan pekerjaan sulit. Ia mendapat beban di pundaknya untuk membawa The Lilywhites untuk mengakhiri musim dengan hasil yang baik, minimal lolos empat besar.


Kendati begitu, beban itu diakui sulit untuk diwujudkan. Berbeda dengan Inter Milan sebelumnya, Tottenham dinilai belum memiliki mental dan kekuatan serupa. Maka dari itu, ia cukup pesimis meski sempat sukses di Liga Inggris.

Tottenham Hotspur

“Menurut saya ketika Inter datang ke rumah saya untuk meminta saya pergi ke sana, mereka meminta saya untuk menang dalam dua tahun dan mereka memberi saya kemungkinan untuk melakukan apa yang saya inginkan,” kata Conte dikutip dari Football Italia, Senin (7/3/2022).

“Sekarang situasi yang saya temukan di sini benar-benar berbeda, kami tidak dapat membandingkan situasi dengan pengalaman saya di Inter Milan,” sambungnya.

Jauh sebelum di Tottenham, Conte merupakan sosok pelatih yang melekat dengan gelar juara. Juru taktik kenamaan asal Italia itu sudah seperti spesialis dalam mendatangkan sebuah trofi.

Bahkan trofi tersebut bisa didatangkan saat dalam musim debut kepelatihannya. Juventus, Chelsea dan Inter Milan menjadi saksi kinerja apiknya usai langsung memberikan gelar juara liga.

Ya, namanya tentu saja meledak saat menaungi Juventus pada 2011-2012. Scudetto langsung didapat pada musim perdananya. Padahal Bianconeri -julukan Juventus mandek prestasi selama sembilan tahun.

Kemudian dilanjutkan saat menukangi Chelsea. Liga Inggris pun langsung ditaklukkannya pada musim pertamanya, tepatnya periode 2016-2017. Kala itu, The Blues -julukan Chelsea- mengoleksi 93 poin dari 38 laga.

Lalu yang terakhir, aksinya saat menjadi ahli taktik Inter Milan tahun 2019 hingga 2021. Sayangnya ia gagal pada musim perdana lantaran hanya finis sebagai runner-up. Adapun hanya tertinggal satu poin dari Juventus.

Antonio Conte

Lalu pada musim kedua, Conte mampu menunjukkan tajinya. I Nerazzurri mampu meraih Scudetto pada musim 2020-2021 usai packeklik trofi selama satu dekade. Pasalnya, raksasa Milan itu langsung tertidur setelah terakhir kali menjadi juara pada 2010-2011.

Semua pencapaian itu nyatanya tak bisa Conte lanjutkan di Tottenham. Conte merasa kesulitan karena secara komposisi pemain, Tottenham dirasanya masih belum sanggup untuk memenangkan gelar Liga Inggris.

Leave a Reply

Your email address will not be published.