Bukan Chelsea yang Salah, tapi Kita


Liverpool

Chelsea kena imbas sanksi Pemerintah Inggris ke Roman Abramovich. Manajer Liverpool, Juergen Klopp, menilai The Blues tak sepenuhnya salah.

Abramovich, pemilik Chelsea, sebelumnya disanksi Pemerintah Inggris karena kedekatannya dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, akibat perang Rusia vs Ukraina. Orang-orang di lingkaran Putin disanksi, salah satunya Abramovich.

Aset Abramovich di Inggris dibekukan pemerintah pada Kamis (10/3) waktu setempat, yang artinya Chelsea terimbas. Juara bertahan Liga Champions itu kini tak bisa jual beli pemain, memberi kontrak baru ke pemain, hingga dilarang jual tiket dan suvenir.

Tak cuma itu, proses penjualan Chelsea juga tersendat akibat sanksi pemerintah. Padahal, Abramovich berniat melepas klub yang dimilikinya ssejak 2003 saat namanya terseret perang Rusia vs Ukraina.

Kondisi Chelsea dikomentari klub-klub lain. Klopp, yang menjadi manajer Liverpool, punya pandangan berbeda.

Manajer asal Jerman itu menilai, Chelsea tak sepenuhnya salah sebab cuma klub yang didatangi investor. Ia membandingkan dengan masalah Newcastle United, yang mendapat kucuran dana dari Arab Saudi, meski pihak Arab disorot masalah pelanggaran Hak Asasi Manusia.

“Saya pikir tak adil jika bertanya ke saya. Kalian semua lebih lama di negara ini,” kata Juergen Klopp, di sesi konferensi pers, dilansir Independent.

“Apakah anda peduli? Apakah ada yang peduli saat Roman Abramovich datang ke Chelsea? Apakah ada yang peduli saat Newcastle diakuisisi? Apakah suporter peduli? Itu pertanyaannya.”

“Sangat jelas dari mana uangnya berasal. Semua tahu itu, tapi kita menerimanya. Itu kesalahan kita. Ini kesalahan banyak orang jadi kita menerimanya.”

“Sekarang kita tak bisa menerimanya jadi kita menghukum Chelsea. Ini bukan salah Chelsea, tidak sepenuhnya,” tegas Juergen Klopp.

(yna/raw)

Leave a Reply

Your email address will not be published.