Wisata Kuliner Khas Muara Badak, Menyantap Ikan Pari Asap


KLIKSAMARINDA – Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur menyimpan banyak potensi pariwisata. Mulai dari destinasi pantai hingga wisata kuliner ada di Muara Badak.

Satu tempat kuliner yang khas di Muara Badak adalah Warung Dampit milik Pujianti. Warung ini menyediakan kuliner khas yang berbahan ikan pari.

Lokasi Warung Dampit ini ada di Jalan Gas Alam, Kecamatan Muara Badak. Setiap hari, Warung Dampit menghabiskan 10 ekor ikan pari yang telah diasapi dan diolah menjadi menu makanan.

Makanan khas ini selalu menjadi pilihan jika ada yang mampir ke Warung Dampit. Saat datang ke warung ini, pengunjung akan disergap asap khas yang dari ikan berkulit tebal ini.

Sajian ikan pari asap di Warung Dampit Muara Badak ini dipadukan dengan kuah santan dan bumbu rempah-rempah. Dari penampakannnya sajian gulai ikan pari asap ini menggugah selera.

Seorang Youtuber Kukar, Riyanto, menyatakan bahwa sajian ikan pari di Warung Dampit ini sudah terkenal. Menu dan sajian pun menjadi banyak incaran para pelancong.

“Kita berada di Warung Dampit yang sangat terkenal menunya. Ini menu masakan dapur dari ibu dan anak yaitu menu kuliner ikan asap pari. Kita menikmati sajian spesial. Sisi ekor dan sayap pari jadi pilihan utama kalau saya datang ke Warung Dampit. Rasanya gurih, manis, pedas. Bagi penggemar pedas datanglah ke Warung Dampit,” ujar Riyanto.

Warung Dampit sangat sederhana. Pembeli bisa langsung memilih bagian tubuh ikan pari yang akan dinikmati. Pengunjung juga bisa langsung membawa pulang dan menyantapnya di rumah.

Sajian ikan pari asap asli Muara Badak ini memberi sensasi tersendiri. Daging ikan pari yang tebal membuat penggemar selalu ketagihan untuk mengunyah daging berwarna putih dengan rasa yang khas.

Para penikmat ikan pari bisa menikmati bagian sayap atau ekor dari ikan pari. Daging ikan pari juga tebal di sela-sela duri ikan pari yang lunak.

Potongan daging ikan pari juga cukup besar. Setiap mangkok mendapatkan dua potong daging ikan pari dengan ukuran cukup besar.

Ikan ini dijual dalam bentuk potongan kotak agak tebal dengan warna coklat kehitaman karena diasapi. Ikan pari itu sebelumnya diawetkan dengan cara diasap dan dijemur.

Karena proses pengawetan, maka rasa dan aroma ikan pari menjadi khas bagi masyarakat pesisir pantai Muara Badak.

Warga penikmat kuliner ikan pari asap adalah Sadariah. Sadariah merupakan warga Desa Gas Alam, Muara Badak yang telah menjadi pelanggan setia Warung Dampit.

Sadariah mengaku setiap sepekan selalu membeli ikan pari asap dari Warung Dampit. Alasan Sadariah karena rasa ikan pari di Warung Dampit enak dan harganya sangat murah.

“Mantap memang rasanya. Sering dicari masakan dagingnya. Harganya Rp20 ribuan dan sangat terjangkau,” ujar Sadariah.

Pujianti menceritakan awal mula dia memulai usaha ikan pari asap ini. Dia merintisnya sejak awal tahun 2000.

Pujianti menyampaikan bahwa menu ikan pari asap ini bermula dari menu coba-coba. Ikan pari sebelumnya dijual dengan cara digoreng. Menu itu lalu menjadi menu santapan para pekerja yang mampir.

“Pertama jual ikan pari yang digoreng. Lama-lama orang rasa enak semua. Pelanggan dari mana-mana. Pari pokoknya nomor satu di sini. Kalau yang lain gak ada yang nomor satu di sini pari. Satu ekor harganya dulu Rp1.500. Sekarang per kilo atau per biji Rp20 ribu per biji,” ujar Pujianti.

Suatu ketika ada permintaan dari pelanggan yang memesan minta ikan pari yang dimasak dengan kuah santan. Menu itu kemudian menjadi menu andalah karena banyak peminatnya.

“Alhamdulillah menu baru ini langsung diminati oleh para pekerja. Akhirnya menu itu menjadi menu favorit masyarakat Muara Badak hingga saat ini,” ujar Pujianti.

Jika ke Muara Badak, Andi bisa mampir di Warung Dampit. Anda bisa mencoba kuliner khas ikan pari kuah santan di Warung Dampit.

Soal rasa nikmat dan sensasinya, Anda tidak perlu bertanya lagi. Di Warung Dampit, Andi pasti makan receh yang tidak recehan. (Jie)

Leave a Reply

Your email address will not be published.