Tahu Tempe LANGKA, Pengusaha Kuliner Terpaksa Lakukan Hal ini


 

 

ZONA SURABAYA RAYA – Pengusaha kuliner akhir-akhir ini mengeluhkan tahu dan tempe yang semakin susah untuk ditemui. Kelangkaan tahu dan tempe ini disebabkan oleh naiknya harga bahan baku utamanya, yaitu kedelai.

 

Para pengusaha kuliner pun mendapat imbas saat menjajakan masakan buatannya akibat dari tahu dan tempe yang semakin sulit didapat. Akhirnya, para pengusaha kuliner tersebut harus mencari cara untuk mensiasati langkanya tahu dan tempe ini.

 

Salah satu pedagang penyetan di kawasan Sidoarjo, Jawa Timur kepada ZonaSurabayaRaya, Kamis 3 Maret 2022 mengaku bahwa langkanya tahu dan tempe ini memiliki dampak pada usahanya. Nina Kurnia Jaya yang telah memiliki usaha seafood dan penyetan sejak tahun 2016 ini menjelaskan bahwa ditempatnya berada harga tahu dan tempe masih tetap sama.

 

“Yang saya tahu, kemaren karyawan saya beli di Pasar Sepanjang harga masih tetep seperti sebelumnya,” kata Nina.

 

 

Namun, Nina juga menambahkan bahwa kedua olahan kedelai tersebut susah sekali didapatkan.

 

“Hanya saja, susah dapetnya. Harus cepet-cepetan sama yang lain kalau gak mau kehabisan,” ucap Nina.

 

“Jadi setiap tukang tahu atau tempe dateng langsung diserbu,” lanjut wanita berhijab itu.

 

Susahnya mendapat makanan yang mengandung sumber protein itu berpengaruh pada usahanya.

 

“Karena banyak konsumen yang suka, 2 hari kemaren sempat kosong dan itu buat kecewa,” kata Nina.

 

Meskipun langka, Nina menjelaskan jika dirinya tidak mengambil langkah apapun untuk mensiasatinya.

Sebaliknya, Nina berharap supaya harga kedelai kembali normal dan mudah didapat seperti sebelumnya supaya para pengusaha makanan tidak kebingungan.

 

“Semoga harga kedelai kembali normal. Jadi untuk semua usaha yang menggunakan bahan tahu atau tempe gak kebingungan,” tutupnya.

 

Kenaikan harga kedelai ini ternyata juga berdampak pada pengusaha lainnya yang juga bergerak dibidang kuliner. Endang Prihatin, wanita yang memiliki bisnis catering rumahan itu mengeluhkan harga tahu dan tempe yang mulai naik.

 

 

“Tahu semula harganya Rp2.500 naik jadi Rp3.000,” kata Endang.

 

Akibat hal itu, Endang pun mensiasati untuk menambah pula harga jual dari makanan yang dijajakannya.

 

“Harga bahan bakunya naik otomatis harga jualnya juga naik,” ucap Endang.

 

Untuk bisnis yang dijalankan oleh Endang, ia mengaku usaha yang dijalankannya masih lancar-lancar saja.

“Alhamdulillah tidak ada semua lancar saja,” tutupnya.

 

Sama seperti Nina, Endang pun berharapa supaya harga kedelai bisa kembali normal dan seperti sedia kala.***

Leave a Reply

Your email address will not be published.