Produk Kuliner Kota Pontianak Harus Perkuat Kreatifitas dan Kolaborasi


PONTIANAK, WWW.PASJABAR.COM– Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong pelaku kuliner di Kota Pontianak untuk naik kelas dengan memperkuat produknya dari sisi kreativitas, inovasi, kolaborasi, sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya.

“UMKM harus naik kelas, ini merupakan salah satu bagian upaya kita bersama Presiden Jokowi dalam membangun transisi menuju ekonomi baru, dengan melibatkan serta memberdayakan masyarakat” kata Menparekraf Sandiaga Uno saat menghadiri acara Workshop Peningkatan Inovasi dan Kewirausahaan Kota Pontianak, Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (KaTa Kreatif Indonesia), Kamis (10/3/2022) di Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat.

Pada acara Workshop Peningkatan Inovasi dan Kewirausahaan Kota Pontianak, Menparekraf Sandiaga Uno berkesempatan untuk meracik sendiri minuman lidah buaya yang menjadi salah satu kuliner khas Kota Pontianak bersama Walikota Pontianak dan Rektor Universitas Tanjungpura.

“Saya sudah mencicipi banyak kuliner dari Pontianak, salah satu yang menjadi favorit untuk saya adalah Es Lidah Buaya” kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam rilis yang diterima PASJABAR.

Menparekraf Sandiaga menyampaikan apresiasi atas upaya-upaya yang telah dihadirkan Pemerintah Kota Pontianak bersama Universitas Tanjungpura yang telah membina UMKM pelaku ekonomi kreatif sebagai bagian dari kebangkitan ekonomi.

Pariwisata ke depan dikatakannya harus bersanding dengan ekonomi kreatif karena produk-produk ekonomi kreatif yang akan menciptakan lapangan kerja.

“Ini adalah tugas kita untuk membuka peluang usaha dan lapangan kerja. Pemerintah harus hadir dengan program-program yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu. Saya harapkan institusi pendidikan juga mengambil peran karena UMKM ini harus naik kelas,” kata Sandiaga.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kedatangan Menparekraf Sandiaga yang memberikan semangat bagi warga kota Pontianak, khususnya pelaku UMKM untuk terus bangkit.

“Kita akan kolaborasikan untuk meningkatkan selain kualitas produk, juga kemasan dan pemasaran. Mudah-mudahan ini menjadi satu kebangkitan ekonomi kita setelah era pandemi COVID-19,” ujar Edi Rusdi Kamtono.

Hal senada dikatakan Sekda Kalimantan Barat, Harisson. Ia menyampaikan kedatangan Menparekraf Sandiaga akan sangat membantu bangkitnya kembali UMKM.

“Demi terwujudnya pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat yang lebih maju,” ujarnya.

“Kita setiap tahun targetnya melahirkan 500 ide kreatif, itu sudah dilaksanakan di inkubator di Universitas Tanjungpura. Saya kira itu yang dapat mendukung program Pak Menteri untuk menuju kepada pertumbuhan ekonomi yang berbasis pada UMKM,” kata Rektor Universitas Tanjungpura, Garuda Wiko, di kesempatan yang sama.

Selain kuliner, Menparekraf Sandiaga Uno melihat fesyen sebagai salah satu subsektor yang potensial. Ia menyebut nilai ekspor ekonomi kreatif Indonesia pada tahun lalu memecahkan rekor yakni mencapai 21 miliar dolar AS dan didominasi oleh produk fesyen.

“Kita akan usulkan kegiatan event untuk mendukung fesyen dengan mengkurasi produk UMKM dan diharapkan dapat memacu motivasi para pelaku fesyen yang ada di Pontianak. Kebetulan nanti akan ada acara event bernama Titik (Pesona) Kulminasi” ujar Sandiaga.

Kulminasi sendiri diartikan sebagai fenomena ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit. Saat fenomena menakjubkan ini terjadi di sekitar kawasan Tugu Khatulistiwa Pontianak, tatkala matahari berada tepat di garis khatulistiwa maka posisi matahari juga berada tepat di atas kepala sehingga bayangan benda yang ada di sana tidak tampak karena berada persis di bawahnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Hariyanto; Direktur Event Daerah Kemenparekraf/Baparekraf, Reza Pahlevi; serta Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf, I Gusti Dewi Ayu Hendriyani. (*/tiwi)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.