Pemuda di Banyuwangi ini Bangun Usaha Kuliner untuk Masjid


TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Masjid Al-Mujahidin Karangrejo merupakan masjid utama di Dusun Karangrejo, Desa Karangrejo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, Jawa Timur.

Bukan hanya sebagai tempat ibadah, warga pun menunaikan berbagai kegiatan keagamaan di masjid ini. Bisa dibilang kepengurusan masjid ini juga luar biasa aktif. 

“Kami mengusung konsep Takmir Smart. Yang para pengurusnya para pemuda yang penuh semangat dan kreatif,” kata Muhammad Saiful Anas, Pengelola Seksi Pengembangan Perekonomian Masjid Al Mujahidin, kepada TIMESIndonesia.

Masjid-Al-Mujahidin-3.jpg

Salah satu upaya kreatif yang patut diacungi jempol untuk pengembangan perekonomian masjid, adalah memanfaatkan tanah waqof milik masjid untuk usaha kuliner, yang seluruh hasilnya untuk kepentingan masjid.

Usaha warung ini boleh dibilang gebrakan awal untuk merangsang jiwa kewirausahaan jemaah. Dengan harapan ke depan akan terus berkembang. 

“Bahwa masjid bukan sekedar tempat ibadah tapi sebuah edukasi usaha,” ucapnya.

Lokasi tanah waqaf pun tak jauh dari masjid. 

“Tanah ini sempat ditawar 600 juta, tapi sama pemilik tanah diwaqafkan ke masjid Al-Mujahidin karena kepengurusan masjid dinilai aktif,” terang Anas.

Di lahan waqaf tersebut, kini telah dibangun usaha warung. Anas memberikan sumbangan waktu, pemikiran, bahkan pinjaman modal untuk mengelola usaha ini. Dana pembangunannya menghabiskan anggaran Rp 150 juta.

“Dana pembangunan warung ini hasil support dari kami, Juragan Tas, yang pengembaliannya diambilkan dari penghasilan warung dengan sistem bagi hasil,” ujar Anas yang juga owner Juragan Tas.

Tiap bulan, dari penghasilan warung, diberikan Rp 2,5 juta untuk masjid, sisanya untuk pengembalian modal pembangunan.

Adanya usaha kuliner ini, menjadikan lahan yang sebelumnya kurang produktif menjadi lebih produktif. Nama warungnya, Sawah Ndeso, sebuah warung berkonsep terbuka dengan suasana kebun dan sawah. Dengan menu yang juga ndeso, yaitu sambel belut, sambel wader dan sego kukusan. 

Meski baru buka pertengahan Maret lalu, namun cukup ramai pengunjung. Tak hanya dari kawasan sekitar, pengunjung datang dari berbagai tempat. Dari segi harga pun pas dengan kantong wong ndeso, mulai Rp10.000 sampai Rp20.000 per porsi. 

Masjid-Al-Mujahidin-2.jpg

“Alhamdulillah, cukup ramai, banyak pengunjung datang dari berbagai kawasan,” ungkap Anas.

Bahkan jika sedang ramai, per hari bisa terjual 160 porsi. Anas mengatakan, adanya usaha kuliner terbukti lebih banyak keuntungan.

“Jika disewakan penghasilan Rp 4 juta per tahun. Jika dibuat usaha kuliner, bisa Rp 30 juta per bulan,” ungkapnya.

Sebelumnya, lahan tersebut hanya ladang dengan tanaman sayur-mayur dengan hasil yang tak seberapa. Setelah dibangun warung, tanaman sayur-mayur ini tak dibabat. Tapi, sebagai daya tarik pengunjung datang ke warung. 

Berbagai jenis tanaman sayur tumbuh subur seperti mentimun, kemangi, terong, tomat dan cabai. Selain makan, pengunjung pun bisa melakukan petik sayur. 

“Sayur mayur ini juga untuk keperluan warung,” ungkapnya.

Pengelolaan warung pun secara profesional. Kini dikelola lima orang karyawan yang semua digaji per bulan dari penghasilan warung.

Saat ini, Masjid Al-Mujahidin sedang dalam proses pembangunan.  Sementara kas masjid dari hasil sumbangan masyarakat digunakan untuk biaya pembangunan masjid. Sementara hasil usaha warung untuk biaya operasional masjid. Masjid ini juga memiliki pendidikan, salah satunya TPQ. 

“Kami ingin guru TPQ diberikan bisyaroh. Maka, dari hasil usaha kuliner ini, salah satunya untuk penguatan guru TPQ,” tutur Anas. 

Adanya usaha kuliner tersebut menjadikan kawasan ini kian ramai. Apalagi warga sekitar pun ikut kecipratan berkah. Terutama para pelaku usaha kecil, seperti pelaku usaha kerupuk, tahu tempe, dan makanan ringan, bisa ikut menjual dagangan mereka di warung dengan sistem titip.

Termasuk, para pemuda yang sehari-hari bekerja sebagai pencari belut dan wader. Mereka bisa kebagian rejeki dengan menjual hasil tangkapan mereka, 4 sampai 5 kilogram belut dan wader per hari. (Dwi Rahayu)

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.

Leave a Reply

Your email address will not be published.