Efisiensi Manajemen Supply Chain Kunci Bisnis Kuliner Bertahan di Masa Pandemi


Virtual talkshow Bedah Dapur yang diselenggarakan Food Market Hub (2/3/2022).

Kondisi pandemi telah memaksa pemilik bisnis kuliner melakukan beragam cara untuk mempertahankan bisnisnya. Mulai dari mengurangi jumlah karyawan, memangkas pilihan menu, hingga mengubah model bisnis menjadi seutuhnya daring guna menghemat biaya operasional. Bahkan tak sedikit yang terpaksa gulung tikar.

Berdasarkan data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, tercatat lebih dari 1.000 restoran tutup permanen sejak pandemi melanda Tanah Air pada Maret 2020 hingga Juli 2021.

Pendiri Kebab Baba Rafi Indonesia Nilam Sari bercerita tantangan yang signifikan selama pandemi adalah sulitnya menjaga bisnis lebih efisien di masa pandemi. Hal itu disampaikan dalam talkshow ‘Bedah Dapur: Restoran Tetap Ngebul di Masa Pandemi Lewat Efisiensi Biaya Operasional’ yang digelar Food Market Hub, (2/3/2022).

Nilam menjelaskan, selama pandemi banyak aktivitas yang terhenti dan berdampak pada terganggunya rantai pasokan bahan baku makanan, apalagi saat banyak bisnis kesulitan cashflow. “Ketika supplier utama darurat cashflow maka proses jual beli bahan baku tidak bisa berjalan seperti biasa, Menjadi tantangan bagi pebisnis F&B untuk mencari  alternatif pemasok bahan baku yang efisien bagi perusahaan dan tentu sesuai kualitas,” katanya.

Sementara menurut Pemilik Roti Ropi Ahmad Reza, kendala yang berbeda dialaminya yaitu masalah pada sistem orderan bahan baku yang acap kali tak terpantau karena sebelumnya Roti Ropi mengandalkan WhatsApp dalam mengkomunikasi orderan bahan baku ke pabrik.

Pesan WhatsApp yang menumpuk itu membuat orderan bahan baku tak terbaca. Di mana, pada suatu momen hal itu membuat outlet terpaksa tutup karena tak bisa membuat roti. Kendati Reza kini bisa bernafas lega setelah menggunakan layanan Food Market Hub pada Oktober 2021. “Karena sistem orderan (Food Market Hub) jadi lebih rapi, saya pun dapat rekapan secara detail di email. Pada akhirnya membuat biaya operasional kami menjadi jauh lebih hemat hingga 20 persen,” kata Reza.

Rona Hartriant selaku Acquisition Lead Food Market Hub mengatakan bahwa manajemen sistem pengadaan bahan baku bisa membantu para pemilik restoran menekan biaya operasional. Dalam sejumlah kasus dari pengguna Food Market Hub, efisiensi bisa mencapai 80 persen. Ini sangat penting untuk menjaga bisnis restoran tetap beroperasi di masa pandemi.

“Teknologi Food Market Hub mampu menganalisa harga pokok penjualan makanan secara terperinci dengan menghubungkan sebuah restoran kepada banyak supplier yang sudah menjadi rekan. Hal ini nantinya akan menciptakan ekosistem yang mampu membuat bisnis para pemilik restoran jauh lebih efisien,” ujar Rona.

Rona menuturkan, efisiensi yang terjadi akan membuat restoran mampu melakukan penghematan biaya operasional. Bahkan, tak hanya bertahan, pemilik restoran pun bisa lebih berkembang dari sebelumnya.

Melalui sistem yang terdigitalisasi, Food Market Hub juga mampu mengintegrasikan seluruh proses operasi bisnis, mulai dari suplai, inventarisasi, dan komunikasi agar berjalan lebih optimal. Selain itu, juga untuk membantu pemilik restoran mengotomatisasi pekerjaan yang bersifat manual.

Platform FMH memungkinkan pemilik bisnis terhubung dengan supplier bahan baku yang sesuai keinginan serta mengintegrasikan sistem yang sudah mereka pakai (POS, inventori, sistem akunting, dll) di restoran ke dalam platform berbasis cloud. Demikian, proses pemesanan bahan baku menjadi lebih mudah dan efisien karena pengambilan keputusan terkait pengadaan barang bisa dilakukan melalui platform tunggal.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.