Batik, Angklung, Wayang hingga Kuliner khas Indonesia Meriahkan Women Day di Tunisia


TRIBUNNEWS.COM – Culturama, sebuah lembaga kebudayaan terbesar di Tunisia menggelar pekan kebudayaan, 4-8 Maret 2022 di La Marsha, Tunis.

KBRI Tunis mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam pekan kebudayaan tersebut, bersama dengan negara-negara lain, yaitu Irak, Iran, dan Venezuela. 

Pada tahun ini, pekan kebudayaan bersamaan dengan peringatan Hari Perempuan Internasional, sebagai apresiasi terhadap peran perempuan dalam merawat kebudayaan.

“Saya sangat senang dan tersanjung, karena KBRI Tunis mendapatkan kehormatan dari Culturama untuk mempromosikan kebudayaan Indonesia.”

“Itu artinya, Indonesia dikenal sebagai negara yang mempunyai kebudayaan yang sangat kaya, dan berperan dalam mewarnai kebudayaan dunia, khususnya Tunisia”, ujar Duta Besar RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi dalam keterangannya kepada Tribunnews.com, Senin (7/3/2022).

Baca juga: Ketua Wilayah Adat Sasak Harap Fitur Kebudayaan Lokal Warnai MotoGP Mandalika 2022

Ia menambahkan, kebudayaan Indonesia mendapatkan perhatian berkat hubungan bilateral yang sudah berlangsung sejak tahun 50-an antara Bung Karno dan Habib Bourgaiba.

 KBRI Tunis juga sangat aktif mempromosikan kebudayaan Indonesia di Tunisia.

 “Kebudayaan Indonesia sangat disenangi di Tunisia karena berhasil mempersatukan kebhinnekaan agama, suku, dan bahasa di Tanah Air.”

“Kebudayaan adalah kekuatan sebuang bangsa. Sebab itu, negara-bangsa yang mampu melestarikan kebudayaan, akan mampu membagun peradaban yang lebih baik”, ujar sosok lulusan Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir itu.

Dalam promosi kebudayaan tersebut, KBRI Tunis mengenalkan batik, angklung, wayang, kuliner, tari-tarian, lagu pop, dan dangdut.

“Kulinter kita sangat diminati, khususnya sate dan kue-kue. Mereka menyampaikan kuliner Indonesia enak dan lezat. Yang sangat mengejutkan, mereka juga suka lagu dangdut, yang disertai dengan joget bersama di arena pameran kebudayaan”, pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.