Setiap bisnis punya cerita. Tapi, yang jauh lebih penting adalah tentang bagaimana cerita itu disampaikan.

Interactive content could be the new king. Bisnis global semakin hari semakin kompetitif, sefantastis apa pun cerita atau pesan yang ingin kamu sampaikan, jika kamu tidak menyampaikan kontenmu dengan cara yang tepat, pesan itu akan percuma dan tidak akan tepat sasaran.

Beberapa tahun belakangan, banyak bisnis telah menggunakan strategi pemasaran konten (content marketing) untuk menjangkau pelanggan. Akan tetapi, karena persaingan yang sengit, ada hal yang harus ditingkatkan dalam menciptakan dan menyebarkan konten.

Content marketing is dead,” ujar Yoav Vilner, co-founder Ranky, sebuah agensi pemasaran startup yang berbasis di New York dan Israel. Membuat konten pemasaran seperti artikel atau video yang menarik saja tidak cukup, konten harus juga bisa interaktif.

Bahkan ini didukung oleh sains. Dr. Dino Levy, Asisten Profesor dan Kepala Neuroeconomics and Neuromarketing lab di Marketing Department, Coller School of Management, Tel Aviv University, mengatakan bahwa orang-orang lebih senang terlibat dalam konten yang interaktif (interactive content) yang tidak mudah dilupakan. Hal ini tentunya berdampak positif pada bisnis kamu.

Apa itu Pemasaran Konten Interaktif (Interactive Content Marketing)?

Vilner menjelaskan bahwa pemasaran konten interaktif adalah tipe dari pemasaran konten di mana audiens dapat menyelami, mengalami prosesnya dan belajar sesuatu yang baru tanpa merasa menjadi target pemasaran. Membuat konten seperti ini bisa dilakukan dengan membuat konten yang berisi jajak pendapat (polling) atau grafis yang interaktif.

Interactive content marketing adalah tentang memberikan atau menawarkan nilai (value) kepada audiens dengan cara yang tidak mengganggu,” ujar Vilner. Bisa dikatakan inilah masa depan content marketing.

Mengapa Otak Manusia Lebih Merespon Konten yang Interaktif?

Levy mengatakan konten interaktif mendorong seseorang untuk melakukan gerakan motorik ketika merespon informasi sehingga memperkuat koneksi antara neuron di otak seseorang. Ini juga membuat seseorang memutuskan pilihan, mengaktifkan berbagai area yang lebih besar di otak yang berhubungan dengan pemrosesan emosional, perencanaan motorik, pemrosesan sensorik, hingga pemikiran koginitif.

3 Cara Membuat Konten Interaktif Agar Meraih Perhatian Banyak Audiens

Levy mengatakan bahwa tujuan utama dari setiap produser konten adalah untuk mendapatkan perhatian dan meningkatkan engagement atau keterlibatan audiens. Berikut ini 3 cara yang bisa kamu lakukan untuk membuat konten interaktif.

1. Menawarkan umpan balik

Buatlah konten yang memungkinkan pembaca atau audiens untuk mengungkapkan sesuatu, seperti membuat polling atau jajak pendapat. Biarkan mereka melihat berapa banyak suara yang diterima setelah mereka mengikuti polling yang kamu buat. Hal ini membuat audiens merasa punya kontrol dan pilian. Mereka juga merasa pendapat mereka ikut dilibatkan dan direspon.

2. Personalisasi

Semakin konten itu terasa personal maka akan semakin interaktif. Otak manusia lebih mudah memvisualisasikan sistuasi yang biasa mereka hadapi, bukannya membayangkan sesuatu atau konteks yang jauh dari hidupnya. Dalam konteks bercerita, cerita yang sukses adalah yang bisa membuat pembaca merasa terkoneksi atau yang membuat mereka merasa bahwa cerita itu adalah bagian dari hidup mereka juga.

3. Hadirkan Hal-Hal Baru, yang Aneh dan yang Tidak Terduga

Salah satu fitur bagaimana otak beroperasi adalah secara konstan membangun ekspektasi mengenai apa yang akan terjadi selanjutnya. Jika konten yang kamu buat tidak menawarkan kesegaran dan mudah ditebak, akan kecil kemungkinannya untuk bisa membuat audiens terlibat. Buatlah konten yang tak terduga, itu akan menghasilkan aktivasi otak yang lebih besar, sehingga lebih mudah diingat dan meningkatkan engagement. (AR)

Sumber: inc-asean.com