Pinjam.co.id yang diinisiasi Teguh B. Ariwibowo mengusung slogan “Empowering Business“. Platform Pinjam.co.id tak hanya mampu meraih keuntungan, tapi juga memberi pengaruh bagi dunia wirausaha global.

Teguh B. Ariwibowo mulai meluncurkan startup Pinjam.co.id pada 15 Desember 2015. Berbagai gelar bergengsi diraihnya selaku pebisnis, diantaranya: Top Fintech Asia 100 Leaders by Nextmoney, dan Top 63 Fintech Influencer in Asia.

Forbes menyematkan pria lulusan Universitas Airlangga tersebut dalam daftar 30 pemuda berpengaruh berusia di bawah 30 tahun di bidang finance and venture capital.

Hitsss berkesempatan mewawancarai Teguh di sela-sela peluncuran kerjasama dengan Pos Indonesia. Petikannya

Bagaimana awalnya ide startup ini?

Sekitar akhir 2014, saya melihat di Pasar Bringharjo, Yogyakarta, kalau ada yang minjam uang Rp 100.000,- di pagi hari, mereka harus mengembalikan Rp 110.000,- di sorenya. Jadi, 10% kurang 24 jam. Dari situ saya berpikir, melalui teknologi seharusnya kita bisa dibantu; dimudahkan, lebih murah, lebih gampang, ibaratnya gitu. Akhirnya kami mulai di 2015 melakukan development.

Kenapa memulai dengan gadai?

Kenapa kita mulai dari gadai? Karena kita lihat, gadai ini kan industri yang sudah ada ratusan tahun, tapi belum banyak inovasinya sehingga perkembangannya lambat.

Bisa dijelaskan visi dan misinya?

Kita mau jadi landing platform: every single product itu bakal kita evolved. Sekarang ada gadai online. Tahun ini, Mei 2017 kita luncurkan pinjaman usaha, pinjaman mikro. Selanjutnya, kita kembangkan program network-nya itu mulai dari kemitraan hingga keagenan. Harapannya, bisa mendorong orang mengakses produk dan jasa kita dengan lebih mudah, cepat, murah, dan transparan. Sehingga, misinya kita itu mau meng-empowering bisnis ataupun micro-entepreuner untuk berkembang.  Lalu bagaimana dengan tataran makronya? Ternyata orang kita itu cuma 13% yang pinjam ke formal financial institution; banking maupun non-bank. 87% pinjam ke siapa? Mereka pinjam ke saudara, teman, renterir, ijon, tengkulak. Kita coba hadir sebagai solusi.

Baca halaman selanjutnya: Model bisnis…