Dalam berbisnis, terkadang perubahan diperlukan. Khususnya ketika tanda-tanda kegagalan mulai terlihat bagi startup-mu. Salah satu langkah yang dapat dilakukan, yaitu, melakukan strategi pivot.

Sehebat apa pun ide atau rencana awal dari sebuah startup atau perusahaan rintisan, belum tentu akan menjamin startup dapat berhasil 100 persen. Seringkali dibutuhkan 1 dan 2 kali pivot (putaran) bagi startup agar berhasil.

Lebih jauh, pivot memiliki makna sebuah strategi untuk mengubah ide dasar sebuah startup, yang menunjukkan tanda-tanda kegagalan, agar dapat beradaptasi dengan pasar.

Berikut ini beberapa alasan kenapa kamu pada suatu waktu perlu melakukan pivot, saat startup yang kamu jalani tidak berkembang dengan baik. Yuk, simak.

 1. Ini adalah kesempatan kedua

via pexels.com
via pexels.com

Melakukan pivot berarti kamu sedang mengambil kesempatan untuk kembali mengembangkan startup.  Kamu harus bisa memaksimalkan kesempatan dengan menyusun strategi sebaik mungkin. Ada banyak elemen dari startup yang dapat diubah, di antaranya teknologi, segmen pengguna dan fitur produk.

Di sinilah dibutuhkan diskusi untuk membangun kesamaan visi dalam melihat peluang baru sekaligus menyesuaikan diri dengan tuntutan pasar.

Baca halaman selanjutnya: Berubah dengan keberanian…